Papua Barat – Transisinews.com. Sebagai Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan Christian Warinussy ingin mengingatkan Kapolda Papua Barat Alfred Papare, S.I.K bersama Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjen TNI Cristian Kurnianto Tehuteru, agar mempertimbangkan keinginan warga masyarakat di Distrik Moskona Utara serta Distrik Moskona Utara Jauh, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat
Sejak mulai kehadiran dan keberadaan pos keamanan gabungan TNI & Polri di daerah tersebut sejak Desember tahun 2025 lalu hingga saat ini. Dengan Alasan gangguan keamanan perlu dipikirkan serta dan harus dipertimbangkan oleh Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII Kasuari,
karena kehadiran pos keamanan justru telah menjadi pemicu bagi terjadinya gelombang pengungsian warga sipil di Distrik Moskona Utara serta Distrik Moskona Utara Jauh tersebut. JDP menyerukan agar Pimpinan Komisi III DPR RI dapat memanggil dan meminta keterangan dari kedua pemangku kepentingan di sektor keamanan dan pertahanan negara di Provinsi Papua Barat
JDP juga mendesak pimpinan Keuskupan Manokwari-Sorong serta Pimpinan Badan Pekerja Sinode Gereja Kristen Injili (BPS GKI) Di Tanah Papua serta Dewa Gereja Papua serta Persekutuan Gereja-gereja di Tanah Papua di Provinsi Papua Barat agar tidak diam dan larut dalam perkembangan yang tidak menguntungkan bagi umat Kristen dan Katolik tersebut di wilayah Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh tersebut. Ucap Warinussy kepada Wartawan Jumat 20/2-26













