“Kami mengapresiasi perhatian perusahaan terhadap aspek keselamatan. Namun, penyempurnaan sistem pengamanan tetap perlu dilakukan sebagai langkah preventif agar seluruh aktivitas proyek berlangsung aman bagi pekerja maupun masyarakat,” kata Sally.
DPRD juga berharap komunikasi antara perusahaan, pemerintah daerah, pemerintah desa, Forkopimcam dan masyarakat terus terjalin secara terbuka sehingga setiap tahapan pekerjaan dapat dipahami bersama dan potensi persoalan dapat diantisipasi sejak dini.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Didik Trisetyo Purnomo, menambahkan bahwa kesiapan fasilitas kesehatan dan sistem tanggap darurat menjadi bagian penting yang harus terus diperhatikan selama proyek berlangsung.
“Keselamatan pekerja merupakan prioritas. Kesiapan tenaga medis, fasilitas kesehatan, dan sistem penanganan darurat harus selalu tersedia agar seluruh aktivitas operasional berjalan optimal,” ujarnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Perwakilan Pelaksana Proyek, Indra Septian, menegaskan bahwa sejak awal perusahaan berkomitmen menjalankan proyek secara profesional dengan mengedepankan prinsip keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini progres pekerjaan telah mencapai sekitar 70 persen dan pelaksanaan proyek terus berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Terkait pelibatan konten lokal, baik vendor maupun tenaga kerja, kami telah berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak-pihak terkait di Kecamatan Kepohbaru. Saat ini terdapat 26 tenaga kerja lokal yang terlibat langsung di lapangan, didukung armada lokal yang ikut membantu kelancaran operasional proyek,” jelas Indra.
Menurutnya, perusahaan juga terus membangun komunikasi yang baik dengan Forkopimcam, pemerintah desa, vendor lokal dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan proyek berjalan lancar sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Kami percaya keberhasilan proyek ini bukan hanya diukur dari penyelesaian pekerjaan, tetapi juga dari terbangunnya sinergi yang baik dengan masyarakat. Karena itu, komunikasi, keterlibatan pelaku usaha lokal dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian yang terus kami jaga,” tambahnya.
Dengan kolaborasi yang terjalin antara PT Pertamina EP, PT ESS selaku pelaksana proyek, pemerintah daerah, pemerintah desa, Forkopimcam, serta masyarakat, proyek eksplorasi migas Sumur Banyugeni diharapkan dapat selesai sesuai target, mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro. (sy)













