Ads
Pemerintahan

Bukan Sekadar Kumpul Media, Bupati Bojonegoro Buka Kartu Soal Kampus Kedokteran hingga Kritik OPD

syailendraachmad51
×

Bukan Sekadar Kumpul Media, Bupati Bojonegoro Buka Kartu Soal Kampus Kedokteran hingga Kritik OPD

Sebarkan artikel ini
IMG 20260723

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengumumkan terobosan strategis di bidang pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan.

Dalam upaya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul serta memperkuat infrastruktur medis daerah, Pemkab Bojonegoro berencana menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk menghadirkan Program Studi Fakultas Kedokteran di Bojonegoro.

​Rencana besar ini disampaikan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam gelaran Media Gathering 2026 bertajuk “Komunikasi Publik yang Adaptif di Era Digital: Membangun Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pemerintah” yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Rabu malam (22/07/2026).

​Acara ini dihadiri jajaran Asisten I, II, dan III Setda, Kepala Dinkominfo Bojonegoro Arif Afandy, Direktur RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo, para direktur BUMD, kepala OPD, serta puluhan jurnalis dari media cetak, elektronik, televisi, hingga media siber.

Berbagai organisasi pers hadir memenuhi undangan, di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), Komunitas Wartawan Indonesia (KWI), serta beragam komunitas wartawan lokal.

​Bupati Setyo Wahono mengungkapkan bahwa penjajakan kerja sama ini berawal dari komunikasi dan langkah awal yang telah dirintis oleh Wakil Bupati Nurul Azizah bersama pihak Universitas Brawijaya.

Ia menegaskan bahwa masuknya program studi kedokteran dari PTN ternama tersebut bukan untuk menyaingi kampus-kampus yang sudah berdiri di Bojonegoro, melainkan mengisi kekosongan disiplin ilmu kesehatan yang sangat dibutuhkan daerah.

​”Saya tidak ingin mencarikan pesaing untuk universitas yang sudah ada di Bojonegoro. Oleh karena itu saya menggandeng Universitas Brawijaya untuk menghadirkan Program Studi Fakultas Kedokteran,” tegas Setyo Wahono di hadapan seluruh undangan.

​Langkah ini diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang guna mencetak dokter umum hingga dokter spesialis asli daerah.

Bupati menyoroti realitas bahwa selama ini warga Bojonegoro kerap harus dirujuk ke luar daerah untuk penanganan medis tingkat lanjut.

​”Harapan kami ke depan Bojonegoro memiliki SDM yang tinggi dengan dokter-dokter spesialis. Kalau ada pasien patah tulang pasti larinya ke Solo. Kalau sakit jantung larinya ke Surabaya. Harapan kami ke depan Bojonegoro menjadi kota tujuan pelayanan kesehatan seperti itu,” terangnya.

​Optimisme tersebut didukung oleh kesiapan RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro yang terus memperlengkap alat medis modern, termasuk untuk penanganan penyakit jantung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *