SAMPANG||TRANSISINEWS – Semangat kemandirian dan kreativitas terpancar dari Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, saat Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Pandu Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) menggelar perkemahan akbar pada 22–24 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah bagi Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Sampang yang merayakan hari jadi pertamanya, sekaligus momentum syiar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Wakil Ketua Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Timur, Khoirul Anam, menegaskan bahwa perkemahan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan kawah candradimuka bagi generasi muda di bawah naungan LP Ma’arif NU.
“Ini adalah wadah bagi adik-adik untuk berkreasi dan mempraktikkan teori yang selama ini hanya mereka dapatkan di bangku sekolah. Kami ingin mereka tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara karakter,” ujar Anam di sela-sela kegiatan, Senin (22/06/2026).
Anam menyoroti fenomena ketergantungan generasi muda terhadap gawai. Melalui perkemahan ini, para peserta—yang terdiri dari jenjang Penggalang (SD/MI kelas 5 hingga SMP/MTs kelas 3) dan Penegak (SMA/SMK/MA kelas 1)—dipaksa untuk “turun ke bumi”.













