Ads
EdukasiPeristiwaRagamRegional

Generasi NU Sampang Ditempa Mandiri dan Disiplin dalam Jambore Sako Pramuka Pandu Ma’arif

syailendraachmad51
×

Generasi NU Sampang Ditempa Mandiri dan Disiplin dalam Jambore Sako Pramuka Pandu Ma’arif

Sebarkan artikel ini
IMG 20260623

SAMPANG||TRANSISINEWS – Semangat kemandirian dan kreativitas terpancar dari Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, saat Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Pandu Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) menggelar perkemahan akbar pada 22–24 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah bagi Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Sampang yang merayakan hari jadi pertamanya, sekaligus momentum syiar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Wakil Ketua Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Timur, Khoirul Anam, menegaskan bahwa perkemahan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan kawah candradimuka bagi generasi muda di bawah naungan LP Ma’arif NU.

“Ini adalah wadah bagi adik-adik untuk berkreasi dan mempraktikkan teori yang selama ini hanya mereka dapatkan di bangku sekolah. Kami ingin mereka tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara karakter,” ujar Anam di sela-sela kegiatan, Senin (22/06/2026).

Anam menyoroti fenomena ketergantungan generasi muda terhadap gawai. Melalui perkemahan ini, para peserta—yang terdiri dari jenjang Penggalang (SD/MI kelas 5 hingga SMP/MTs kelas 3) dan Penegak (SMA/SMK/MA kelas 1)—dipaksa untuk “turun ke bumi”.

Mereka diajarkan keterampilan hidup dasar, mulai dari memasak hingga manajemen kebersihan diri dan lingkungan yang disiplin.

“Di rumah, mungkin mereka jarang memegang sapu atau mencuci piring sendiri. Di sini, mereka ditempa untuk mandiri, disiplin, dan tahan uji. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya,” tambah Anam.

Lebih dari sekadar keterampilan teknis, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak pribadi yang siap menghadapi tantangan zaman.

Dengan wawasan yang lebih luas dan jaringan pertemanan yang terbangun selama jambore, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan bermasyarakat kelak.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan kepramukaan tetap relevan sebagai instrumen pembentuk generasi muda yang berakhlakul karimah dan mandiri.(tss)