“Simulasi ini kami gelar agar masyarakat, khususnya para santri, bisa lebih siap menghadapi bencana alam. Kepanikan justru memperbesar risiko korban jiwa,” ujarnya kepada awak media transisinews.com.
Ia menambahkan, ilmu yang diberikan dalam simulasi ini bisa diterapkan tidak hanya untuk keselamatan pribadi, tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, salah satu pengurus Pondok Pesantren Assirojiyyah menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat rutin dilakukan di masa mendatang.
“Kami sangat senang dengan adanya simulasi ini. Sangat bermanfaat bagi para santri. Kalau bisa, kegiatan semacam ini diadakan setiap tahun di pondok pesantren kami, dan Kami selalu welcome,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan santri tidak hanya menjadi pribadi yang tangguh secara spiritual, tetapi juga tangguh dalam menghadapi situasi darurat bencana. (Tss)













