Menurut Umar, keberadaan Waduk Pejok akan menjadi solusi permanen dalam pengelolaan sumber daya air.
Saat musim hujan, waduk ini berfungsi mengendalikan banjir, sementara saat musim kemarau dapat menjamin ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian.
Selain isu waduk, masyarakat dari 25 desa juga menyampaikan berbagai aspirasi lainnya. Di sektor pendidikan dan keagamaan, warga mengusulkan perbaikan sarana musholla, masjid, serta Madrasah Diniyah (Madin).
Di bidang pertanian dan infrastruktur lingkungan, usulan yang mengemuka meliputi bantuan alat mesin pertanian (alsintan), pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga pengadaan fasilitas olahraga bagi pemuda desa.
Warga juga mengharapkan adanya pendampingan intensif bagi pelaku UMKM agar usaha mikro di desa bisa naik kelas.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Abdulloh Umar menyatakan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi agar masuk dalam rencana kerja pemerintah.
Ia memastikan bahwa lembaga legislatif akan terus memantau agar setiap kebijakan daerah benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di tingkat desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forpimcam Kepohbaru, Camat, Danramil, Kapolsek, Kepala Desa Bumirejo, Ketua MWC NU Kepohbaru, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.(red)













