Ia mendorong jemaat untuk memanfaatkan program unggulan daerah, salah satunya adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan fasilitas cek kesehatan gratis yang sudah berjalan. Pengurus gereja silakan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar jemaat dapat terfasilitasi dengan baik,” tambahnya.
Di sektor pendidikan, ia juga menyoroti program Beasiswa ‘Satu Desa Sepuluh Sarjana’. Program ini diharapkan menjadi pintu bagi pemuda-pemudi Bojonegoro, termasuk dari kalangan umat Kristiani dan Katolik, untuk mengakses pendidikan tinggi.
“Program beasiswa ini kami harapkan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Bojonegoro secara merata,” tegasnya.
Perayaan ini ditutup dengan sesi ramah tamah yang memperkuat semangat persatuan.
Kehadiran jajaran pimpinan daerah di Gereja Tri Darma malam itu menegaskan bahwa Bojonegoro terus bertumbuh sebagai daerah yang inklusif dan harmonis bagi seluruh warganya.(red/pim)













