Ads
PemerintahanPolitik

Pastikan PSN Beri Manfaat Nyata, Komisi B DPRD Bojonegoro Sidak Proyek Gas Banyugeni: Soroti Naker, Safety, hingga Komunikasi

syailendraachmad51
×

Pastikan PSN Beri Manfaat Nyata, Komisi B DPRD Bojonegoro Sidak Proyek Gas Banyugeni: Soroti Naker, Safety, hingga Komunikasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260723 WA0106

​Catatan kritis turut diberikan Komisi B terkait penerapan Health, Safety, and Environment (HSE) di lapangan.

DPRD menemukan beberapa titik area proyek yang berbatasan langsung dengan permukiman dan lahan pertanian warga belum dilengkapi pagar pengaman yang kokoh secara menyeluruh, sehingga berisiko bagi warga sekitar.

​”Kami meminta Pertamina segera memasang pagar keliling dan memperketat sistem keselamatan karena lokasi proyek sangat dekat dengan sawah dan permukiman warga. Ini menjadi perhatian penting agar tidak terjadi kecelakaan maupun gangguan keamanan,” lugas Sally.

​Ia juga menekankan agar kendaraan operasional proyek mematuhi standar keselamatan lalu lintas.

Mengingat tahapan pengeboran (drilling) dijadwalkan mulai berjalan akhir tahun 2026, Pertamina diminta melakukan sosialisasi terbuka guna memitigasi dampak sosial-lingkungan serta menyiapkan skema kompensasi jika timbul dampak yang tak terelakkan.

​Mengenai minimnya koordinasi, Sally menyayangkan keterbukaan informasi yang masih terbatas dari pihak pengelola proyek kepada pemerintah daerah maupun jajaran Forkopimda.

​”Kami meminta komunikasi diperbaiki. Informasi harus disampaikan secara terbuka kepada pemerintah daerah agar ketika masyarakat bertanya, semua memiliki informasi yang sama. Kebutuhan tenaga kerja juga perlu disampaikan sesuai tahapannya, sebab porsi tenaga kerja saat masa konstruksi jauh lebih besar dibanding saat produksi. Dengan informasi yang jelas, Pemkab bisa menyiapkan program pelatihan yang sesuai standar industri migas,” imbaunya.

​Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Didik Trisetyo Purnomo, menegaskan bahwa kesiapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta layanan medis merupakan harga mati pada proyek berisiko tinggi.

​”Keselamatan harus menjadi prioritas. Fasilitas kesehatan memang dekat, tetapi tenaga medis dan penanganan darurat di lokasi juga harus dipastikan siap,” cetus Didik.

​Melalui fungsi pengawasan yang berkelanjutan, Komisi B DPRD Bojonegoro berkomitmen untuk terus mengawal eksplorasi Sumur Banyugeni agar berjalan sesuai target, aman bagi lingkungan, serta mampu menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah Bojonegoro di masa mendatang.(sy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *