“Proyek ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang pengelolaan dana publik yang bertanggung jawab,” tegas Aziz.
Demonstrasi ini akan melibatkan sekitar 500 orang yang membawa spanduk, poster tuntutan, dan simbol kemarahan atas proyek yang dinilai tidak memenuhi standar.
Titik aksi akan meliputi kantor kontraktor, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Polda Jawa Timur, dan BPK Perwakilan Jatim.
AMI berharap agar pemerintah dan lembaga terkait menanggapi serius tuntutan mereka dan mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
“Kalau perlu, semua hasil investigasi akan kami buka ke publik,” tutup Aziz.(red)













