“Batik ini memiliki nilai budaya dan seni yang sangat tinggi. Dari zaman dahulu, Sendangagung sudah menjadi pusat batik di Lamongan. Potensi ini harus terus dipertahankan, salah satu upayanya ialah mengenalkan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa,” terang Pak Yes.
Sebelumnya, Desa Sendangagung tercatat sudah memiliki karya batik dengan motif Bandeng Lele, Singomengkok, Namkatil, Kawung, Sekar Jagat, dan lainnya. Tiga motif terbaru akan menjadi koleksi terbaru yang tak kalah menarik.
Memiliki tujuan utama meningkatkan kapasitas UMKM setempat, Desa Sendangagung juga melakukan pembinaan kepada seluruh pengrajin batik dan penjahit baju setempat.
“Pada bulan Mei, kita lakukan pembinaan kepada penjahit dan pengrajin batik disini. Tujuannya agar mereka semua dapat memaksimalkan kapasitas yang dimiliki untuk mengembangkan potensi Desa Sendangagung,” ungkap Kepala Desa Sendangagung Panut Supodo.
Hasil pembinaan itu langsung ditampilkan pada kegiatan Sendangagung Batik Fashion (SBF) 2024. Fashion show dengan memeragakan tiga motif batik terbaru tersebut digelar selama dua hari (19-20 Juli). Dari kategori SMP/SMA, umum, dan UMKM akan diambil tiga juara dan dua juara harapan (setiap kategori).













