Ads
Pemerintahan

Bupati Bojonegoro: Koperasi Merah Putih Jadi Wadah Ekonomi Rakyat yang Kuat

syailendraachmad51
×

Bupati Bojonegoro: Koperasi Merah Putih Jadi Wadah Ekonomi Rakyat yang Kuat

Sebarkan artikel ini
Desaintanpajudul 20250717 215035 0000 copy 512x355

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Gebyar Perayaan Hari Koperasi ke-78 Provinsi Jawa Timur telah diselenggarakan di Stadion Letjend Soedirman, Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis, 17 Juli 2025.

Acara yang dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi RI, Budi Arie Setiadi, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi Cantika Wahono, Wabup Nurul Azizah, Wakil DPRD Jatim Sri Wahyuni, Perwakilan Polda Jatim, Kapolres Bojonegoro, Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Ketua DPRD Bojonegoro, Seluruh Forkopimda Bojonegoro, Kepala Daerah Sejatim, ribuan peserta dari berbagai lapisan elemen koperasi dan masyarakat.

Img 20250717 215433 copy 2361x1458
Bupati Wahono saat menyambut Menteri Koperasi RI dan Gubernur Jatim.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memilih Kabupaten Bojonegoro menjadi tempat berpusatnya perayaan Hari Koperasi ke-78 Provinsi Jawa Timur.

“Terimakasih telah mempercayakan Bojonegoro sebagai tuan rumah perayaan Hari Koperasi kali ini dan selamat datang Bapak Menteri Koperasi RI, dan Ibu Gubernur Jatim serta seluruh tamu undangan, ini merupakan suatu kebanggaan bagi saya (Bupati), dan Pemkab, juga masyarakat Bojonegoro,” ujar Bupati.

Bupati Wahono menceritakan suatu kali saat rapat paripurna istimewa saat pelantikan beliau sebagai Bupati Bojonegoro ketika ditegur Gubernur Jatim Khofifah tentang pertumbuhan ekonomi Bojonegoro dengan Migas 1,4%.

“Saya sebagai orang profesional di bidang swasta bukan politisi jadi saya merasa harus bisa dan harus punya target, karena angka kemiskinan Bojonegoro cukup tinggi,” ungkapnya kepada Menteri RI Koperasi dan Gubernur Jatim.

Wahono juga menyampaikan menargetkan kinerja OPD berbasis target karena saat berpengalaman menjadi wiraswasta target kami harus untung jadi jika tidak untung berarti Direktur harus diganti.

“Itu dasar kami menjadikan kinerja dengan menerapkan target,” tegas Bupati.

Ia juga menyadari bahwa Kabupaten Bojonegoro masih tinggi terhadap DBH (Dana Bagi Hasil), tetapi paling tinggi kontribusinya dari fosil dan kita tahu bahwa fosil itu akan terus menurun.

“Sehingga Pemkab Bojonegoro harus berusaha mencarikan solusi untuk kemandirian bagi masyarakat Bojonegoro,” tuturnya.

Lanjutnya, Wahono menceritakan kembali percakapan dengan Menteri Koperasi RI, kami itu memiliki kekayan alam yang melimpah namun garis kemiskinan masih tinggi.

“Kami tidak ingin menjadi Pemerintah Daerah yang kuat namun menghasilkan generasi penerus yang lemah, jadi kami berharap memiliki generasi penerus yang kuat akan menghasilkan pejuang-pejuang yang tangguh untuk kehidupan masyarakat Bojonegoro kedepan yang lebih unggul, sehingga SDM yang unggul menjadi skala prioritas,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen akan membagun kekuatan dan kemandirian ekonomi kerakyatan karena masyarakat Bojonegoro memiliki semangat kebersamaan dan gotong royong yang tinggi.

“Koperasi merupakan salah satu wadah ekonomi rakyat yang lahir dari semangat kebersamaan dan gotong royong,” tambah Bupati.

Wahono juga menyatakan serius dan konsen dalam mengembangkan Koperasi, apalagi saat ini adanya program PRESIDEN RI Prabowo Subianto yaitu Koperasi Merah Putih.

“Kabupaten Bojonegoro sekitar 430 Desa/Kelurahan telah terbentuk Koperasi Merah Putih”, jelasnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen hadir guna melakukan pendampingan, pelatihan dan juga memberikan akses kebijakan yang lebih mudah untuk Koperasi khususnya UMKM dan Pertanian.

Banyaknya potensi yang dimiliki Bojonegoro menjadikan spirit tersendiri demi mencapai target agar tahun tahun depan Bojonegoro bebas dari berbagai bencana alam terutama yang sering terjadi adalah bencana banjir dan hama pertanian.

Bupati juga berharap Pemerintahan Provinsi Jatim agar dapat membantu mempercepat dan mempermudah perizinan PERTEK PU.BBWS agar segera bisa normalisasi sungai, bendungan, dan embung.

“Jika perizinannya keluar kami bisa mempercepat proses normalisasi agar dapat mengurangi dampak bencana banjir,” pungkasnya.

Saat ini di Kabupaten Bojonegoro ada sekitar 1.216 Koperasi aktif dan 430 Koperasi Merah Putih sehingga pemerintah daerah berharap bisa memperkuat ekonomi kerakyatan dari akar rumput yang paling bawah.

“Kami sangat bangga dan terimakasih atas kehadiran Menteri Koperasi RI serta Gubernur jatim yang telah mempercayakan Kabupaten Bojonegoro menjadi tempat perayaan Hari Koperasi ke-78 Provinsi Jatim dan tentu Kabupaten pertama yang dapat mendengar arahan dari Menteri Koperasi RI terkait Koperasi Merah Putih,” Tutup Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono.(sy)