Ads
Pemerintahan

Bupati Bojonegoro Dampingi Wakapanglima TNI Tinjau Kesiapan 396 KDKMP Jelang Launching Nasional

syailendraachmad51
×

Bupati Bojonegoro Dampingi Wakapanglima TNI Tinjau Kesiapan 396 KDKMP Jelang Launching Nasional

Sebarkan artikel ini
IMG 20260512 WA0305

 

​BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu titik krusial dalam persiapan peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara nasional.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mendampingi Wakil Panglima TNI, Letjen TNI Tandyo Budi Revita, meninjau langsung kesiapan gerai di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Selasa (12/5/2026).

​Kunjungan ini merupakan bagian dari pengecekan akhir sebelum launching serentak 1.061 unit KDKMP di seluruh Indonesia yang dijadwalkan pada 16 Mei mendatang.

Turut hadir dalam rombongan tersebut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, jajaran Pangdam V/Brawijaya, serta Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara.

​Wakil Panglima TNI memberikan apresiasi tinggi atas akselerasi pembangunan di Bojonegoro.

Berdasarkan data Kodim 0813 Bojonegoro, pembangunan telah mencapai 396 titik dari total target 430 desa, atau sekitar 92,9 persen.

​”Orientasi utama kami adalah memastikan operasional berjalan lancar tanpa kendala teknis maupun distribusi saat peluncuran nanti. TNI siap membantu koordinasi distribusi dari pusat hingga daerah,” tegas Jenderal Tandyo.

​Pada tahap awal, sebanyak 85 gerai di 22 kecamatan akan mulai dioperasikan dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan daya beli masyarakat setempat.

​Hal unik dalam pengelolaan KDKMP adalah penggunaan sistem manajemen komando selama tiga tahun pertama.

Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas bisnis sebelum nantinya diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat desa. Setiap unit akan dikelola oleh 18 personel, yang melibatkan 13 tenaga lokal desa terlatih.

​Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto, menjelaskan bahwa koperasi ini akan bertindak sebagai off-taker atau penyerap hasil tani dan produk UMKM.

​“Kami berkomitmen menyerap hasil pertanian masyarakat dengan harga kompetitif, sehingga petani memiliki kepastian pasar,” ujarnya.

​Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menambahkan bahwa KDKMP tidak hanya menjadi toko fisik, tetapi juga akan didorong menggunakan sistem digital dan e-commerce.

Hal ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar produk unggulan desa hingga ke tingkat nasional.

​Bupati Setyo Wahono menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung program ini.

Menurutnya, KDKMP adalah jawaban atas tantangan pemasaran yang selama ini dihadapi warga desa.

“Koperasi ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk memasarkan produk unggulan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga secara mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya. (red/pim)

error: Content is protected !!