Program ini memberikan bantuan besar kepada petani, mencakup 60.000 mata tunas benih (senilai Rp10 juta) dan ongkos tenaga kerja sebesar Rp4 juta per hektar.
Hingga saat ini, total usulan program Bongkar Ratoon di Jombang telah mencapai 3.315,08 hektar, yang terbagi dalam beberapa tahap:
Tahap I & II: Telah selesai distribusi benih dan tanam di lahan seluas 570,09 hektar.
Tahap III: Menyasar lahan bekas ubi kayu dan kawasan hutan seluas 83,5 hektar.
Tahap IV (Indikatif): Pengajuan relaksasi sebesar 2.640,49 hektar yang mencakup lahan Panglungan, lahan Kodim, serta kemitraan dengan PG Tjoekir, PG Jombang Baru, dan PG Gempol Kerep.
Bupati menegaskan bahwa sinergi antara TNI (Kodim 0814), petani, dan pabrik gula adalah kunci utama keberhasilan swasembada gula.
Pemanfaatan lahan Kodim ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan lahan tidur.
“Dengan potensi lahan dan semangat petani yang luar biasa, Kabupaten Jombang siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan target Swasembada Gula Konsumsi Nasional pada tahun 2028,” tegas Bupati.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka produksi nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi kesejahteraan para petani tebu di Kabupaten Jombang.
“Semoga ikhtiar kita bersama ini membawa manfaat besar bagi kesejahteraan petani, kemajuan sektor perkebunan, serta ketahanan pangan nasional,” pungkas Bupati Jombang Warsubi.
Kegiatan yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Agus Purnomo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Forkopimcam Diwek, petani, ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendampingan teknis yang profesional dan ketersediaan bibit yang berkualitas.(red/*)













