Ads
EdukasiNasional

Tak Ada Istilah Pensiun Dalam Menulis, Inilah Hidup Seorang Jurnalis

syailendraachmad51
×

Tak Ada Istilah Pensiun Dalam Menulis, Inilah Hidup Seorang Jurnalis

Sebarkan artikel ini
Img 20250217 Wa0001 Copy 379x542

SURABAYA||TRANSISI NEWS-Inilah hebatnya jurnalis. Tak ada istilah pensiun dalam menulis. Usia bukanlah halangan. Selama otak dan hati masih bekerja, tangan masih bisa digerakkan, karya akan terus dilahirkan.

 

Ungkapan itu disampaikan Sapto Anggoro, Ketua Komisi Pendataan, Penelitian dan Ratifikasi Dewan Pers periode 2022-2025 saat memberikan komentar penerbitan Buku Antologi Puisi ke-7 karya komunitas Wartawan Usia Emas (Warumas). Bertajuk “Menulis dengan Nurani”, launching buku antologi puisi tersebut berlangsung Sabtu sore (15/2) di Fairway Nine Mall (ex Lenmarc Mall), Jl. Mayjend Joyo Sewoyo No.9 Pradah Kali Kendal, Surabaya.

 

Menurut Ketua Warumas, Kris Maryono, penerbitan buku antologi ini dimaksudkan untuk ikut memeriahkan peringatan Hari Pers Nasional 2025. Tema sengaja dipilih sebagai cermin kerja seorang wartawan yang kini berkarya di ranah sastra puisi tentang perlunya mengedepankan nurani dalam berkarya. Ke depannya, Warumas tetap akan menerbitkan buku antologi puisi, khususnya setiap peringatan HPN, lanjut mantan wartawan RRI Surabaya tersebut.

 

Tidak beda dengan penerbitan sebelumnya, ada 12 penulis puisi yang tergabung dalam komunitas Warumas, walaupun dengan komposisi penulis yang berbeda. Mereka adalah para wartawan senior berusia 50 sampai 70 tahun, dan sebagian masih aktif sebagai wartawan. Ke-12 penulis tersebut antara lain : Achmad Pramudito, Amang Mawardi, Aming Aminoedhin, Arieyoko, Ida Noershanty Nicholas, Imung Mulyanto, Kris Maryono, Mudjianto, Riamah M. Douliat, Rokim Dakas, Sasetya Wilutama dan Toto Sonata.

 

Disamping itu ada 4 orang penulis tamu yang ikut menyertakan karya puisinya. Yakni, Dr Eko Pamuji (dosen & praktisi jurnalistik), Hariono Santoso (mantan Dirut TVRI), Nunung Harso (Ketua Ikatan Wanita Pelukis Indonesia) dan Suhartatik (guru & penulis buku).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *