Setyo Wahono berencana untuk mengatasi SILPA, di antaranya:
Peningkatan Kualitas Perencanaan.
Menggandeng lembaga akademik dan praktisi untuk menyusun anggaran berbasis data dan kebutuhan masyarakat.
Penerapan Teknologi Digital.
Mempercepat proses adminstrasi dan meningkatkan implementasi sistem IT untuk meminimalkan kebocoran.
Penguatan Kapasitas Aparatur Pemerintah.
Memberikan pelatihan kepada pegawai untuk meningkatkan kompetensi manajerial dan teknis.
Peningkatan tunjangan kinerja ASN
Anggaran yang besar, menyebabkan beban kinerja ASN semakin berat. Setyo Wahono berkomitmen untuk meningkatkan tunjangan ASN berdasarkan kinerja
mempercepat proses pengambilan keputusan dan eksekusi kebijakan APBD.
“Proses perencanaan APBD akan didorong pada jadwal yang lebih awal, sehingga eksekusi atau penyerapan anggaran, terutama untuk pengadaan barang dan jasa, bisa dilaksanakan pada awal tahun,” ucap Wahono.
Pengawasan dan Transparansi.
Membangun mekanisme pengawasan berbasis publik. Melibatkan masyarakat dan lembaga independen untuk mengawasi pelaksanaan anggaran.
Dampak Positif Jika Teratasi.
Jika SILPA dapat ditekan, Bojonegoro berpotensi mampu meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Ini juga dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Dengan tantangan besar ini, masyarakat Bojonegoro berharap Bupati terpilih Setyo Wahono mampu menunjukkan kepemimpinan baru yang tegas dan inovatif dalam mengelola anggaran demi kesejahteraan masyarakat Bojonegoro yang lebih baik. (*)













