BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat akurasi penyaluran bantuan sosial (bansos) sekaligus mendorong pembangunan desa yang berbasis kelestarian lingkungan.
Langkah ini diwujudkan melalui agenda Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa, Pendamping Desa, dan Penggiat Desa Tahun 2026 yang digelar di Ruang Angling Dharma sejak Rabu (22/4).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro ini berlangsung selama tiga hari hingga 24 April 2026.
Sebanyak 1.051 peserta yang terdiri dari aparatur desa, BPD, pendamping desa, hingga penggiat desa hadir untuk menyinkronkan program pembangunan di tingkat lokal.
Kepala Dinas PMD Bojonegoro, Joko Lukito, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas ini sangat strategis guna memastikan peran desa selaras dengan kebijakan daerah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan perlindungan ekosistem.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa kualitas data masih menjadi tantangan utama dalam distribusi bantuan sosial.
Ia meminta seluruh aparatur desa sebagai garda terdepan untuk memastikan validitas data agar bantuan benar-benar menyasar masyarakat yang berhak.
“Data itu berasal dari panjenengan semua di desa. Maka harus benar-benar valid, objektif, dan bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai proses pendataan dipengaruhi kepentingan tertentu,” tegas Setyo Wahono.
Bupati mengingatkan bahwa prinsip penyaluran bantuan harus memegang teguh aspek ketepatan sasaran dan ketepatan waktu.













