Adi menambahkan, berdasarkan data transaksi PLN hingga April 2026, sekitar 66 persen pengisian daya kendaraan listrik dilakukan di rumah melalui _home charging services_ (HCS), sementara 34 persen lainnya memanfaatkan SPKLU untuk kebutuhan mobilitas di luar rumah, terutama pada perjalanan jarak jauh dan pengisian daya cepat.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menjelaskan bahwa ketersediaan SPKLU di wilayah Jakarta dan sekitarnya terus tumbuh untuk mengimbangi pesatnya perkembangan kendaraan listrik di ibu kota.
“Dengan hadirnya SPKLU Center kelima di Jakarta, kami ingin meyakinkan masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, tidak perlu ragu dan khawatir untuk beralih ke kendaraan listrik sebagai solusi mobilitas sehari-hari,” tegas Andy.
Andy menjelaskan, fasilitas yang tersedia di SPKLU Center Tanjung Priok ini meliputi 8 unit _Ultra Fast Charging_, 1 unit _Medium Charging_, serta dukungan untuk kendaraan roda dua berupa 2 unit SPKLU Roda Dua dan 2 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).
Kehadiran SPKLU Center ini melengkapi fasilitas serupa yang sebelumnya telah beroperasi di Bulungan, Menteng, Rest Area Cibubur KM 10,6 Tol Jagorawi, dan Sakura Garden City Jakarta Timur. Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah mengoperasikan total 724 unit SPKLU yang tersebar di 405 lokasi di DKI Jakarta.
Lebih lanjut, guna memudahkan pengguna kendaraan listrik, PLN juga menghadirkan layanan _Electric Vehicle Digital Services_ (EVDS) melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui layanan ini, pengguna kendaraan listrik dapat dengan mudah menemukan lokasi SPKLU terdekat, merencanakan rute perjalanan, hingga memantau antrean pengisian daya secara _real time_.
“Dengan dukungan infrastruktur yang semakin luas dan layanan digital yang terintegrasi, PLN optimistis kendaraan listrik akan semakin banyak digunakan dan menjadi bagian dari _green lifestyle_ masyarakat,” tutup Andy. (@dex)













