BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai melakukan langkah antisipatif guna menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi akan melanda pada tahun 2026.
Fokus penanganan diarahkan pada mitigasi risiko di sektor pertanian serta pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di daerah rawan kekeringan.
Langkah strategis ini dibahas dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa, Pendamping Desa, dan Penggiat Desa Tahun 2026 yang digelar di Ruang Angling Dharma, Rabu (22/4).
Hadir dalam forum tersebut Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, bersama jajaran OPD terkait dan para pemangku kepentingan desa.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa fenomena El Nino menjadi faktor utama yang memicu perubahan iklim ekstrem.
Musim kemarau diperkirakan mulai terasa pada akhir Mei 2026 dan mencapai puncaknya pada periode Agustus hingga September.













