”Saya ingin kita lebih profesional. Setiap divisi harus memiliki rencana kerja yang jelas selama tiga tahun ke depan, sehingga setiap tahun bisa kita evaluasi kinerjanya. Saya ingin semua pengurus terlibat aktif,” tegasnya.
Salah satu poin penting yang diangkat dalam transisi kepemimpinan ini adalah peningkatan kapasitas SDM dan legalitas perusahaan media.
Kustaji juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan mitra strategis untuk mendukung pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
”Terkait peningkatan kapasitas, kami sudah berkoordinasi dan ada dukungan anggaran yang siap untuk memfasilitasi UKW. Harapan kami, semua media yang tergabung di SMSI wartawannya memiliki sertifikat kompetensi yang diakui Dewan Pers,” imbuhnya.
Senada dengan Kustaji, Wakil Ketua Bambang juga mengingatkan para pemilik media lokal untuk segera melengkapi berkas administrasi.
“Ke depan, kerja sama dengan instansi pemerintah maupun swasta pasti akan menanyakan legalitas. Melalui SMSI, kita akan bantu arahkan proses pendataan media agar tersertifikasi,” pungkasnya.
Rapat kerja tersebut diakhiri dengan agenda pendataan ulang media anggota dan pembagian tugas divisi bagi para kader muda dan direktur media baru yang bergabung.
Dengan nakhoda baru, SMSI Bojonegoro optimistis mampu menghadapi tantangan media digital dan memerangi hoaks melalui jurnalisme yang sehat dan berbadan hukum. (sy)













