Proses Pekan UMKM ini, dimulai dari pameran kearifan lokal dari 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Setelah dikurasi akhirnya dilanjutkan dengan kegiatan Pekan Pembangunan UMKM Bojonegoro saat ini. Namun setelah dikurasi ada kekurangan dan kelebihan. Menurut dia, ada UMKM yang lengkap perizinannya mulai dari BPOM, PIRT, sertifikasi halal, pendaftaran merk hingga NIB.
“Namun ada juga yang belum. Inilah tugas kami untuk membantu penguatan kelembagaannya, sehingga produk UMKM Bojonegoro dapat dipasarkan di tingkat kabupaten lain,” tandasnya.
Lebih lanjut, Sukaemi menjelaskan kegiatan untuk mengidentifikasi sejauh mana UMKM melakukan penguatan dan pengembangan dirinya sendiri di tiap kegiatan. Karena potensi yang ada perlu terus dikembangkan.
Pemkab Bojonegoro juga bersinergi dengan BPR yang memberikan pinjaman hingga Rp 25 juta tanpa jaminan anggunan dan bunga karena bunganya telah ditanggung oleh Pemkab.
“UMKM perlu memanfaatkan kesempatan ini, sebab jika mengembangkan usahanya perlu modal,” pungkasnya.(sy/red)













