Para prajurit baru ini telah dibekali kecakapan dasar militer yang mumpuni, mulai dari kemampuan bela diri, menembak taktis, renang militer, hingga penguasaan taktik pertempuran darat.
Seluruh keahlian tersebut diintegrasikan untuk membentuk prajurit yang tangguh, ulet, profesional, dan pantang menyerah dengan napas gerak yang berlandaskan pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI.
Lebih lanjut, Jenderal Maruli menekankan bahwa kehadiran belasan ribu prajurit muda ini memiliki arti yang sangat strategis.
Mereka diproyeksikan untuk memperkuat barisan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), sebuah satuan khusus yang dibentuk sebagai tulang punggung negara dalam menghadapi tantangan multidimensional bangsa saat ini.
“Prajurit TNI AD masa kini tidak hanya dituntut siap tempur di medan laga, tetapi juga harus adaptif, mampu hadir di tengah kesulitan rakyat, mendukung akselerasi pembangunan nasional, serta memperkokoh ketahanan wilayah,” imbuhnya.
Kasad berharap, modal dasar berupa ilmu pengetahuan, kemampuan teknik, dan taktik militer yang diserap selama pendidikan dapat terus dikembangkan.
Hal ini penting agar mereka menjelma menjadi Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional yang dicintai rakyat.
Selesai prosesi upacara, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto turut memberikan wejangan langsung di lapangan. Ia berpesan agar para prajurit muda ini tidak cepat berpuas diri, mengingat tantangan berikutnya sudah menanti di depan mata.
“Selamat atas pelantikannya. Lanjutkan perjuangan, jaga kesiapan fisik, mental, serta pelihara loyalitas tegak lurus dalam menghadapi fase pendidikan lanjutan maupun saat penempatan dinas di satuan nanti. Tetap lakukan yang terbaik untuk bangsa,” pungkas Kolonel Arm Untoro.(red)













