MAGETAN||TRANSISINEWS – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan 17.702 mantan siswa yang resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada).
Pelantikan massal ini menjadi momentum strategis lahirnya generasi baru pengawal kedaulatan yang siap menempati garda terdepan bangsa.
Kasad menegaskan bahwa keberhasilan melewati fase krusial di kawah candradimuka bukanlah sebuah proses instan.
Capaian ini merupakan buah dari kegigihan, disiplin baja, kerja keras, serta sokongan moral dari para pelatih dan doa tulus orang tua.
“Keberhasilan ini merupakan tonggak awal dari perjalanan panjang pengabdian kalian sebagai prajurit TNI Angkatan Darat,” tegas Jenderal Maruli dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang I TA 2026 di Lapangan Secata Rindam V/Brawijaya, Kabupaten Magetan, Jumat (22/5/2026).
Selama dua bulan menjalani pendidikan intensif, para prajurit muda ini ditempa secara ketat melalui berbagai materi teori dan praktik militer.
Fase ini menuntut kesiapan fisik, mental, moral, serta kepatuhan penuh terhadap hukum dan disiplin keprajuritan.
Proses berjenjang tersebut dirancang tidak hanya untuk mengubah status linier dari masyarakat sipil menjadi militer, tetapi juga merevolusi pola pikir, sikap, dan karakter agar selaras dengan jati diri TNI AD.
Para prajurit baru ini telah dibekali kecakapan dasar militer yang mumpuni, mulai dari kemampuan bela diri, menembak taktis, renang militer, hingga penguasaan taktik pertempuran darat.
Seluruh keahlian tersebut diintegrasikan untuk membentuk prajurit yang tangguh, ulet, profesional, dan pantang menyerah dengan napas gerak yang berlandaskan pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI.
Lebih lanjut, Jenderal Maruli menekankan bahwa kehadiran belasan ribu prajurit muda ini memiliki arti yang sangat strategis.
Mereka diproyeksikan untuk memperkuat barisan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), sebuah satuan khusus yang dibentuk sebagai tulang punggung negara dalam menghadapi tantangan multidimensional bangsa saat ini.
“Prajurit TNI AD masa kini tidak hanya dituntut siap tempur di medan laga, tetapi juga harus adaptif, mampu hadir di tengah kesulitan rakyat, mendukung akselerasi pembangunan nasional, serta memperkokoh ketahanan wilayah,” imbuhnya.
Kasad berharap, modal dasar berupa ilmu pengetahuan, kemampuan teknik, dan taktik militer yang diserap selama pendidikan dapat terus dikembangkan.
Hal ini penting agar mereka menjelma menjadi Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional yang dicintai rakyat.
Selesai prosesi upacara, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto turut memberikan wejangan langsung di lapangan. Ia berpesan agar para prajurit muda ini tidak cepat berpuas diri, mengingat tantangan berikutnya sudah menanti di depan mata.
“Selamat atas pelantikannya. Lanjutkan perjuangan, jaga kesiapan fisik, mental, serta pelihara loyalitas tegak lurus dalam menghadapi fase pendidikan lanjutan maupun saat penempatan dinas di satuan nanti. Tetap lakukan yang terbaik untuk bangsa,” pungkas Kolonel Arm Untoro.(red)













