PACITAN, TRANSISINEWS.com – 24 Februari 2025 PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi transisi energi bersih melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Storage Grindulu di Kabupaten Pacitan. Proyek strategis berkapasitas 1.000 Megawatt (MW) ini diproyeksikan menjadi PLTA Pumped Storage terbesar kedua di Indonesia.
Rencana besar ini disampaikan oleh jajaran pimpinan PLN dalam pertemuan koordinasi dengan Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, di Ruang Rapat Bupati pada Selasa (24/2). Hadir dalam pertemuan tersebut tim dari PT PLN (Persero) Kantor Pusat, PLN UPP JBTB 1 Yogyakarta, PLN ULTG Madiun, serta perwakilan manajemen PLN UIP JBTB.
Dalam kesempatan terpisah, General Manager PLN UIP JBTB, Moh. Fathol Arifin, menegaskan bahwa proyek PLTA Pumped Storage Grindulu merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission. Menurutnya, infrastruktur ini bukan sekadar pembangkit, melainkan solusi penyimpanan energi masa depan.
“PLTA Pumped Storage Grindulu akan menjadi tulang punggung baru bagi sistem kelistrikan di wilayah Jawa Bagian Timur dan Bali. Dengan kapasitas 1.000 MW, proyek ini berperan vital dalam menjaga stabilitas pasokan listrik dari sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten. Kami berkomitmen untuk melaksanakan proses prakonstruksi dan pembangunan dengan standar lingkungan dan sosial yang ketat, demi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Moh. Fathol Arifin.
Manager PT PLN (Persero) UPP JBTB 1 Yogyakarta, Wahyu Kurniawan, menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian krusial dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. “Kami sedang menyiapkan uji kelayakan (feasibility study) untuk pembangunan di Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, dan Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo. PT PLN (Persero) berharap proyek ini memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal Pacitan,” jelasnya.













