JAKARTA||TRANSISINEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) melontarkan peringatan keras kepada seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN menekankan agar mitra tidak bersikap abai dan bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan dapur, serta dilarang memanipulasi anggaran belanja demi keuntungan pribadi.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyoroti praktik sejumlah mitra yang dinilai hanya menerima insentif tanpa pengawasan nyata terhadap kualitas makanan.
Ia menegaskan, insentif Rp6 juta per hari yang diterima mitra sudah mencakup biaya operasional dan sewa peralatan dapur yang layak.
”Jangan sampai mitra hanya duduk di rumah, menyuruh orang lain mengurus dapur, lalu nongkrong sambil menerima Rp6 juta per hari. Itu sudah keterlaluan,” tegas Nanik, Senin (9/2/2026).
BGN memberlakukan standar ketat, termasuk kewajiban penggunaan peralatan dapur baru, perekrutan relawan dan tenaga kerja yang lolos tes kesehatan berkala, serta pendaftaran seluruh karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan. Penentuan menu juga menjadi kewenangan ahli gizi, bukan mitra.
”Menu sudah disusun oleh ahli gizi. Jangan malah diambil alih demi belanja murah supaya untung besar. Yang ahli itu ahli gizi, bukan mitra,” katanya.
BGN tidak segan menutup sementara dapur MBG jika ditemukan penyalahgunaan anggaran atau penyelewengan standar kualitas.
Investigasi BGN menemukan adanya permainan anggaran belanja bahan baku yang berdampak pada penurunan kualitas gizi makanan.
Nanik menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat. Jika ditemukan mitra mengatur menu, menaikkan harga bahan baku, atau membeli bahan kualitas nomor dua, dapur MBG akan dihentikan sementara selama satu minggu.
Pengawasan ini demi memastikan program MBG memberikan manfaat gizi optimal bagi penerima.(red)













