“Dan di bawah windsock itu dikasih tanda bahaya jalur evakuasi, jadi nanti warga bisa berkumpul di titik aman sementara,” bebernya.
Penghadangan ini terjadi setelah warga merasa tidak puas dengan komunikasi yang dilakukan oleh pihak Pertamina dan pemerintah desa. Disinyalir pula akan ada aktivitas driling di Tapak Sumur B Sukowati Field.
“Kami tidak tahu ada kesepakatan apa kades dengan Pertamina, karena terbukti ada moving alat berat, apakah ini artinya ada izin dari Pak Kades?” ungkap Mujiono mempertanyakan.
Sementara itu, Kepala Desa Ngampel, Purwanto, tidak memberikan jawaban yang jelas terkait tuntutan warga dan meminta awak media untuk menghubungi Humas Pertamina.
“Tanya ke Humas Pertamina langsung aja yang bisa langsung menjelaskan. Datangi to kantornya kan disitu,” tuturnya.
Berita ini masih dalam proses pengembangan dan akan diperbarui jika ada informasi tambahan.(yw/red)













