BOJONEGORO||TRANSISINEWS-Warga masyarakat sekitar Lapangan Minyak Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Sukowati Field, di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan penghadangan pergerakan alat berat yang dilakukan oleh Pertamina.
Penghadangan ini disertai dengan sejumlah tuntutan yang diajukan oleh warga kepada perusahaan yang menjadi bagian dari Subholding Upstream Pertamina tersebut. Sabtu (27/09/2025).
Menurut Ketua Forum Masyarakat Desa Ngampel, Mujiono, penghadangan ini terjadi karena warga belum mendapatkan kepastian tentang hak-hak mereka.
“Oleh karena itu, sebelum drilling dilaksanakan, kami para warga menuntut beberapa hal, yakni sosialisasi kegiatan, lalu semacam tali asih, kesempatan rekrut tenaga kerja lokal, serta diadakan pelatihan PKDB (Pengendalian Keadaan Darurat dan Bencana),” kata Mujiono.
Warga juga meminta pengecekan sumur air yang digunakan mereka sehari-hari untuk memastikan apakah air tersebut masih layak konsumsi atau tidak.
“Kami minta pihak Pertamina mengecek sumur yang digunakan para warga untuk mandi, memasak, mencuci, dan sebagainya apakah terkontaminasi zat kimia atau tidak, apakah masih layak dikonsumsi atau tidak,” ungkap Mujiono, pada awakmedia Senin 29 September 2025.
Selain itu, warga juga meminta alat bantu penunjuk arah angin (windsock) untuk mengetahui arah angin dan jalur evakuasi jika terjadi keadaan darurat.













