SAMPANG||TRANSISINEWS– Aliansi jurnalis dan LSM dalam Media Center Sampang (MCS) memboikot agenda audiensi dengan Satgas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) setempat, kamis (09/07/2026) silam.
Langkah tegas ini diambil setelah tim sektoral kunci, termasuk Dinas Kesehatan, DLH, dan Aparat Penegak Hukum (APH) absen dalam pertemuan tersebut.
Ketua MCS sekaligus Penasihat PWI Sampang, Fathor Rahman (Mamang), pada Senin, 13/07/2026, menyatakan bahwa boikot ini merupakan komitmen MCS dalam mengawal pembangunan daerah secara kritis dan objektif.
Ia membongkar fakta bahwa Satgas daerah tidak memiliki taji eksekusi akibat regulasi pusat yang membelenggu wewenang mereka.
“Wewenang daerah dikebiri; Pemkab dipaksa puas pada ranah pengawasan teknis semata. Sementara otoritas penindakan penuh, seperti masalah IPAL dapur produksi dan sertifikasi halal, mutlak dimonopoli Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat,” ujar Mamang.
Menyikapi keterbatasan tersebut, MCS mendesak pemerintahan Bupati H. Slamet Junaidi dan Wakil Bupati H. Ahmad Mahfudz agar tidak menghabiskan energi APBD pada formalitas program kementerian.
Memasuki tahun anggaran 2026, Pemkab dituntut fokus mengejar target RPJMD 2026–2029 menuju visi “Sampang Hebat Bermartabat Plus”.













