Lebih lanjut, Kepala Dinkes menjelaskan jika keinginan sesuai taraf ekonomi gampang diraih. Namun sebagian besar waktu dihabiskan di tempat kerja karena di sektor kesehatan pelayanan dilakukan 24 jam. Sehingga sementara tidak berkomunikasi dengan istri atau suami. Dan itu, terkadang bisa menyebabkan masalah rumah tangga.
“Dinas Kesehatan mendapat perintah dari Bapak Pj Bupati, bagaimana sebuah kinerja baik itu didukung dengan keluarga yang baik. Keluarga yang sakinah. Sehingga itu yang mendasari bapak Pj Bupati untuk mengadakan sosialisasi ini,” ungkapnya.
Ia berharap ASN tidak hanya disibukkan dengan pelayanan saja. Namun juga harus mampu memberikan waktu untuk mendampingi dan memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang anak sehingga dapat mencegah pernikahan dini.
“Sosialisasi ini bertujuan menjaga keharmonisan rumah tangga ASN agar ASN dapat meningkatkan kinerja serta menjadi keluarga yang sakinah,” pungkasnya.













