“PUG akan mengurangi kesenjangan seperti angka kemiskinan, minimnya kepemimpinan perempuan, angka putus sekolah, angka harapan hidup, lama sekolah, AKI, dan AKB,” ucapnya.
Ninik Susmiati juga berharap rapat koordinasi ARG dan sosialisasi desa dan kelurahan ramah perempuan dan peduli anak ini dapat mengaplikasikan dan menganalisa anggaran yang responsif gender secara berkesinambungan. Hal itu sebagai langkah untuk mewujudkan Kabupaten Bojonegoro yang ramah perempuan dan peduli anak.
Sementara itu, Kepala Dinas P3AKB Bojonegoro Heru Sugiarto menambahkan bahwa tujuan kegiatan ini untuk pedoman bagi OPD dalam penggangaran daerah yang responsif gender. Di sisi lain juga sebagai acuan bagi Pemerintah Daerah untuk memasukkan analisis gender dalam penyusunan dan penggangaran serta terbentuknya desa dan kelurahan yang ramah perempuan dan peduli anak.
“Hasil yang diharapkan nantinya mendapatkan anggaran yang responsif gender yang akan berdampak pada pembentukan desa kelurahan ramah perempuan dan peduli anak,” pungkasnya.













