BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Menjelang puncak peringatan Suran Agung ke-123 tahun 2026, jajaran pengurus Cabang Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW TM) Bojonegoro mengeluarkan instruksi organisasi yang sangat tegas.
Ketua PSHW TM Cabang Bojonegoro, Sasmito Anggoro, mengimbau dengan keras kepada seluruh banyuwangi dan Saudara Seasuhan untuk mutlak menjaga kondusivitas serta mengawal seluruh rangkaian acara dengan prinsip damai dan tertib.
Peringatan Suran Agung ke-123 yang dijadwalkan menjadi momentum sakral tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi mendalam atas hari lahir SH.
Agenda besar ini sekaligus diproyeksikan sebagai ajang pembuktian nyata di lapangan bahwa insan SH mampu membawa kemaslahatan, ketenteraman, dan dampak positif bagi kehidupan masyarakat luas.
Dalam arahannya, Sasmito Anggoro menekankan bahwa esensi dari momentum Suran Agung bukan sekadar perayaan euforia tahunan semata, melainkan sebuah ruang spiritual yang mendalam untuk menempa kepribadian diri masing-masing anggota.
”Pelaksanaan Suran Agung ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi Saudara Seasuhan SH Winongo. Mari kita maknai peringatan hari lahir SH ini untuk menciptakan diri menjadi insan SH yang lebih baik, berbudi luhur, dan bermanfaat,” ujar Sasmito Anggoro.
Ia juga mengingatkan dengan sangat bahwa kesakralan dari nilai-nilai ajaran organisasi tidak boleh tercoreng oleh tindakan-tindakan egois oknum di lapangan yang berpotensi memicu kerugian bagi pihak lain maupun masyarakat umum.













