Ads
Pemerintahan

Asah Literasi Generasi Muda, 32 Pelajar Kompetisi dalam Lomba Mendongeng Imajinasi BWBF 2026

syailendraachmad51
×

Asah Literasi Generasi Muda, 32 Pelajar Kompetisi dalam Lomba Mendongeng Imajinasi BWBF 2026

Sebarkan artikel ini
1000336456

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Alun-Alun Bojonegoro mendadak riuh oleh untaian kisah imajinatif nan memukau pada Jumat (19/6/2026).

Ratusan pasang mata terhipnotis oleh aksi jenaka dan penuh percaya diri dari puluhan siswa-siswi tingkat SD/MI dalam ajang Lomba Mendongeng Imajinasi, yang menjadi salah satu rangkaian pemikat dalam event akbar Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026.

​Mengusung tema teatrikal yang sarat makna, “Kain Istimewa Pemberian Raja”, kompetisi literasi ini diikuti oleh 32 pendongeng cilik berbakat dari berbagai pelosok Bumi Angling Dharma.

​Satu per satu peserta naik ke panggung utama dengan senyum lebar, mengenakan kostum tematik yang kreatif.

Di hadapan dewan juri, mereka meliukkan vokal, ekspresi wajah, dan gestur tubuh secara apik guna menghidupkan jalannya cerita.

Ajang ini bertindak sebagai wadah inklusif bagi anak-anak untuk mengasah ketangkasan seni bertutur (storytelling), mempertebal mentalitas, sekaligus menyuntikkan kecintaan terhadap budaya lokal.

​Representasi dewan juri, Agung Ridwan Asmaka dari Sanggar Dunia Imajinasi, mengungkapkan bahwa gelaran bernuansa edukatif ini mendapatkan sokongan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

​Selain Agung, jajaran meja juri diisi oleh para praktisi seni bertutur tepercaya, yakni Oky Dwi Wicahyo dari Sanggar Sedhet Srepet dan Ahmad Agung Verianto dari Sanggar Dongeng Indonesia.

​“Kami sangat mengapresiasi Pemkab melalui Disbudpar Bojonegoro yang konsisten memberikan karpet merah bagi anak-anak untuk mengeksplorasi bakat mereka. Ini bukan sekadar ajang kompetisi menang atau kalah, melainkan sebuah ekosistem bagaimana generasi muda bisa terus bertumbuh dan memelihara semangat belajar sepanjang hayat,” urai Agung di sela-sela penilaian.

​Daya saing ketat tersaji di atas panggung. Keluar sebagai jawara pertama adalah Gefia Lebda Supratiwi, siswi bertalenta kelas 6 SDN Jatiblimbing 2 Dander.

Sang ibunda, Tiwi, membeberkan bahwa putrinya memang sudah akrab dengan panggung luar ruang sejak dini.

​Memiliki jam terbang tinggi di dunia modelling dan mengoleksi deretan trofi, Gefia menyambut lomba BWBF ini dengan determinasi tinggi.

Hebatnya, segala persiapan mulai dari pemilihan kostum hingga riasan wajah dilakukan secara mandiri oleh Gefia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *