Ads
Pemerintahan

Dobrak Keterbatasan, Ruang Inklusif Dinsos Bojonegoro Antar Penyandang Disabilitas Unjuk Karya di BWBF 2026

syailendraachmad51
×

Dobrak Keterbatasan, Ruang Inklusif Dinsos Bojonegoro Antar Penyandang Disabilitas Unjuk Karya di BWBF 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20260620

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Gelaran akbar Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 tidak semata-mata menjadi panggung selebrasi kelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif regional.

Lebih dari itu, event bergengsi yang digulirkan sepanjang 17–20 Juni 2026 ini bertransformasi menjadi ruang inklusif yang ramah dan setara, sekaligus panggung pembuktian bagi para penyandang disabilitas di Bumi Angling Dharma untuk menunjukkan talenta dan karya seni terbaik mereka.

​Melalui fasilitasi stan khusus yang diinisiasi oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro, para penyandang disabilitas diberikan ruang mandiri untuk tampil percaya diri di hadapan publik luas.

​Selama festival berlangsung, stan Dinsos mencatatkan grafik kunjungan yang sangat padat dari masyarakat.

Beragam mahakarya produk batik ecoprint autentik hasil goresan tangan penyandang disabilitas dipamerkan dengan apik.

Tak hanya produk sandang, stan ini juga menghadirkan layanan pijat kebugaran tradisional tunanetra yang langsung memanen apresiasi serta testimoni positif dari para pengunjung yang lelah usai berkeliling pameran.

​Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB), Sanawi, menyampaikan rasa syukur dan haru mendalam atas atensi konkret yang disalurkan jajaran Pemkab Bojonegoro bersama Dinsos.

Baginya, penyediaan stan mandiri terpisah ini merupakan bentuk modal kepercayaan besar yang diberikan daerah kepada komunitasnya.

​”Jika pada event-event sebelumnya kami biasanya menyatu atau menempel di bawah naungan stan Dekranasda, alhamdulillah tahun ini kami diberikan karpet merah lewat stan mandiri khusus dari Dinas Sosial. Ini menjadi momentum emas bagi kami untuk belajar mandiri, berniaga, sekaligus membuktikan kepada publik bahwa di balik keterbatasan, kami juga mampu menelurkan karya produktif,” tutur Sanawi berkaca-kaca.

​Atmosfer inklusivitas yang menyentuh hati tersebut kian klimaks saat bergeser ke panggung utama fashion show Wastra Batik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *