Ads
EdukasiRagamRegional

Hadirkan Manajer PT Limas Anugerah Steel, Prodi Teknik Industri Unigoro Kupas Tuntas Manajemen Manufaktur Baja

syailendraachmad51
×

Hadirkan Manajer PT Limas Anugerah Steel, Prodi Teknik Industri Unigoro Kupas Tuntas Manajemen Manufaktur Baja

Sebarkan artikel ini
IMG 20260624

BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Program Studi (Prodi) Teknik Industri Universitas Bojonegoro (Unigoro) menyelenggarakan agenda kuliah praktisi bertempat di modern class Fakultas Sains dan Teknik (Saintek), Rabu (24/06/2026).

Kuliah praktisi ini digelar khusus untuk membedah tuntas manajemen proses pengerjaan proyek manufaktur di industri baja berskala besar.

​Dalam kuliah umum tersebut, Unigoro menghadirkan Manajer Pabrik PT Limas Anugerah Steel Surabaya, Ir. Sutarmin, S.T., M.T., IPM. ASEAN Eng., sebagai pembicara utama untuk berbagi pengalaman empiris langsung dari lantai industri kepada para mahasiswa.

​Di hadapan peserta kuliah, Sutarmin memaparkan bahwa pengerjaan sebuah proyek manufaktur yang ideal harus diawali dengan membangun hubungan emosional yang baik dengan pelanggan (customer relationship).

Alur kemudian dilanjutkan dengan memahami kebutuhan spesifik mereka, melakukan survei lapangan, hingga menyusun rancangan kerja yang presisi.

​Menurutnya, setiap pelanggan pada dasarnya menginginkan produk akhir yang memenuhi empat kriteria utama: berfungsi dengan baik, kokoh dan tahan lama, selesai tepat waktu, serta ditawarkan dengan harga yang rasional (reasonable price).

​“Kita harus menghitung kebutuhan material secara detail melalui sistem Bill of Material (BOM). Perhitungan ini sangat krusial karena kesalahan sedikit saja dalam estimasi dapat menyebabkan pembengkakan biaya (cost overrun) serta keterlambatan pengiriman proyek,” urai Sutarmin.

​Lebih lanjut, praktisi senior ini menjabarkan secara teknis alur produksi di dalam pabrik baja.

Proses tersebut dimulai dari pemotongan plat baja yang mengacu pada rencana pemotongan (cutting plan), dilanjutkan dengan pembentukan material melalui proses roll, pengelasan (welding), hingga pembuatan komponen-komponen pendukung seperti flange.

​Guna menekan biaya operasional, Sutarmin menekankan bahwa setiap tahapan produksi wajib memiliki perencanaan yang matang agar penggunaan material mentah menjadi efisien dan mampu meminimalkan sisa limbah produksi (waste).

​“Keberhasilan suatu proyek manufaktur tidak hanya ditentukan oleh kapasitas kemampuan produksi semata. Melainkan juga sangat bergantung pada ketelitian dalam perencanaan, pengelolaan material, pengendalian biaya, manajemen waktu kerja, serta ketajaman dalam mengambil keputusan yang tepat demi meningkatkan efisiensi dan profitabilitas perusahaan,” pungkasnya di akhir sesi kuliah praktisi.(red/*)