BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro menunjukkan aksi nyata dalam merawat kerukunan antarumat beragama.
Langkah humanis ini diwujudkan melalui agenda Bakti Religi masif dengan menyisir dan membersihkan sejumlah tempat ibadah lintas iman di wilayah hukum setempat, Jumat (19/6/2026).
Aksi simpatik ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, dengan didampingi Wakapolres serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Bojonegoro.
Membawa perlengkapan kebersihan, ratusan personel korps baju cokelat diterjunkan ke episentrum tempat ibadah di kawasan kota.
Titik sasaran meliputi Masjid Agung Darussalam di Jalan Hasyim Asy’ari, Gereja Katolik Santo Paulus di Jalan Panglima Sudirman, hingga Klenteng Hok Swie Bio di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Bojonegoro.
Guna memperluas daya jangkau, gerakan sosial ini tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan.
Kapolres menginstruksikan seluruh polsek jajaran di 28 kecamatan untuk bergerak serentak menggelar aksi serupa di wilayah teritorial masing-masing.
Di sela-sela membaur bersama anggota membabat rumput dan membersihkan selasar rumah ibadah, Kapolres Bojonegoro menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada para tokoh agama serta pengurus tempat ibadah yang menyambut terbuka kehadiran jajaran kepolisian.
Menurut AKBP Afrian, sinergi yang kokoh antara instansi pengaduan pelayanan, hukum, keamanan, dan para pemuka agama adalah pilar fundamental untuk merawat keharmonisan serta mendeteksi dini potensi gesekan sosial di tengah masyarakat.
“Kami menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus masjid, gereja, dan klenteng yang telah memberikan ruang, waktu, dan sambutan hangat untuk agenda Bakti Religi ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80,” ujar AKBP Afrian Satya Permadi di pelataran Masjid Darussalam.
Perwira menengah dengan dua melati di pundak ini menambahkan, Bakti Religi dirancang sebagai instrumen kepolisian untuk hadir memberikan dampak manfaat yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik.
Langkah ini linier dengan semangat dan tagline besar yang diusung pada momentum hari jadi tahun ini, yakni Polri Untuk Masyarakat.
Melalui komunikasi informal yang terbangun di sela-sela kegiatan kebersihan, korps kepolisian dapat menyerap langsung aspirasi, keluhan pelayanan hukum, maupun masukan terkait situasi kamtibmas dari para tokoh lintas agama.
“Bakti Religi ini kami hadirkan sebagai bentuk representasi kepedulian sosial Polri terhadap sesama. Ini adalah sarana jembatan kemanusiaan yang paling efektif untuk mempertebal tali silaturahmi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat akar rumput,” imbuh Kapolres lugas.
Berdasarkan pantauan dinamis di lapangan, selain menyapu, mengepel, dan melakukan pengecatan ulang pada fasilitas rumah ibadah yang mulai usang, Polres Bojonegoro juga menyerahkan paket bantuan sosial dan tali asih kepada masing-masing pengurus masjid, gereja, dan klenteng.
Melalui aksi gotong royong lintas keyakinan ini, Hari Bhayangkara ke-80 di Bojonegoro tidak sekadar menjadi perayaan internal korps, melainkan momentum kolektif yang mempertegas potret Bojonegoro sebagai daerah yang aman, kondusif, dan toleran. (red/*)












