Peserta reses menilai bahwa banyak peluang beasiswa yang sebenarnya tersedia, namun belum diketahui secara luas oleh masyarakat karena kurangnya informasi dan publikasi.
“Kami meminta Pemkab melalui Dinas Pendidikan untuk memperbanyak kanal informasi, baik melalui sekolah, kecamatan, perangkat desa, hingga media digital,” pungkas salah satu konstituen dapil II.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Drs. H. Sumari, MM., menyampaikan bahwa seluruh catatan dan usulan masyarakat akan dibawa ke dalam pembahasan di tingkat DPRD.
Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada dunia pendidikan serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN.
“Kami akan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, terutama terkait pendidikan dan kesejahteraan guru. Ini bagian dari tugas kami untuk memastikan bahwa pembangunan di Bojonegoro berjalan secara adil dan merata,” tegasnya.
Kegiatan reses ini diharapkan menjadi jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah daerah, sekaligus memperkuat komitmen DPRD dalam mendorong kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga, khususnya di sektor pendidikan.(sy)













