Tak hanya sandur dan campursari, seni tradisional Wayang Thengul juga hadir dan menjadi pertunjukan spesial di penghujung tahun. Wayang Thengul digelar di Kecamatan Kanor. Warga memadati halaman Kantor Kecamatan Kanor hingga meluber ke jalanan di depan kantor kecamatan.
Hadi Sabdocarito (65), seorang dalang yang ikut hadir di acara Wayang Thengul dari Desa Sobontoro, Kecamatan Balen menjelaskan bahwa cerita yang dibawakan mengangkat sejarah daerah. Cerita Wayang Thengul malam ini mengisahkan sejarah Bojonegoro. Ada seorang pahlawan pada zaman Diponegoro, yaitu Adipati Sosrodilogo, yang bersama-sama masyarakat berjuang mengusir penjajah.
Selain di Padangan dan Kanor, seni tradisional Campursari juga hadir di Lapangan Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Rabu malam (31/12/2025). Grup Campursari Moro dipadati warga Baureno dan sekitarnya.
Kerumunan penonton terlihat memadati lapangan hingga ke sisi jalan desa, sehingga para pedagang UMKM di sekitar lokasi turut kebanjiran pembeli. Ramainya pengunjung ini menjadi salah satu faktor utama meningkatnya omzet penjualan para pedagang selama acara berlangsung.
Warga menyambut positif acara Campursari Moro Seneng tersebut. Siti Munawaroh (55), warga Desa Blongsong, Kecamatan Baureno, datang khusus untuk menikmati hiburan.
“Saya datang ke lapangan ini memang untuk melihat acara Campursari. Harapannya ke depan bisa semakin maju dan lebih sering diadakan,” tuturnya.(red)













