PASURUAN||TRANSISINEWS – Kabar duka yang mendalam menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Ibu Nyai Hj. Luluk Mukarromah binti KH. Toyyib, pengasuh asrama putri Banat 2 yang sangat dihormati dan dicintai, berpulang ke rahmatullah pada Kamis malam (16/7/2026) sekitar pukul 22.15 WIB di Surabaya.
Ibu Nyai Luluk dikenal luas sebagai sosok pendidik yang teduh, lembut, namun memiliki ketegasan dalam membimbing moral para santriwati. Dedikasi tanpa batas serta kasih sayang tulus yang beliau curahkan membuat almarhumah dinilai seperti ibu kandung sendiri bagi ribuan santri putri yang menimba ilmu di bawah asuhannya.
Kabar duka ini dengan cepat menyebar dan memicu gelombang duka cita mendalam di jagat maya. Tagar #SidogiriBerduka ramai disematkan oleh para alumni, santri, serta simpatisan di berbagai platform media sosial sebagai bentuk penghormatan terakhir atas kepergian almarhumah.
Nurazizah, salah satu alumni asrama Banat 2 asal Surabaya, mengungkapkan kesedihan mendalam atas wafatnya sang guru tercinta pada Jumat pagi (17/7/2026).
“Kami para alumni sangat terpukul dan merasa kehilangan yang luar biasa. Almarhumah adalah pengasuh yang sangat perhatian, sabar, dan luar biasa telaten dalam membimbing kami selama di pesantren. Ini adalah kehilangan besar bagi keluarga Banat 2,” kenang Nurazizah dengan nada haru.
Jenazah almarhumah dipulangkan dari Surabaya menuju ndalem (kediaman) keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri pada Jumat dini hari. Kedatangan jenazah disambut isak tangis dan doa yang terus mengalir dari ribuan santri, wali santri, alumni, serta pelayat yang terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Berdasarkan informasi resmi dari pihak pesantren, rangkaian prosesi pemakaman akan diawali dengan salat jenazah berjemaah yang dilaksanakan selepas ibadah Salat Jumat (17/7/2026) di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Sidogiri. Selanjutnya, jasad almarhumah akan dikebumikan di kompleks pemakaman keluarga besar pesantren setempat.
Sepanjang hayatnya, Ibu Nyai Hj. Luluk binti KH. Toyyib telah mewakafkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk syiar pendidikan Islam, khususnya dalam membentuk karakter santriwati yang salihah. Di bawah bimbingan dingin beliau, Banat 2 telah melahirkan banyak alumni berkualitas yang kini aktif berkontribusi di tengah masyarakat.
Keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri memohon keikhlasan doa dari seluruh masyarakat dan umat Islam agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa dianugerahi ketabahan dan kesabaran.(tss)













