Ads
PemerintahanPolitik

Sampaikan Nota Pengantar P-APBD 2026, Bupati Wahono Beberkan Postur Anggaran Rp6,46 Triliun di Rapat Paripurna DPRD Bojonegoro

syailendraachmad51
×

Sampaikan Nota Pengantar P-APBD 2026, Bupati Wahono Beberkan Postur Anggaran Rp6,46 Triliun di Rapat Paripurna DPRD Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
IMG 20260826 WA0205

BOJONEGORO||TRANSISINEWS — Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro pada Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 resmi disepakati berada di angka Rp6,463 triliun.

Angka tersebut mengemuka saat Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) P-APBD 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bojonegoro, Rabu (26/8/2026).

​Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar, tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan pembahasan intensif antara eksekutif dan legislatif untuk mengawal alokasi anggaran daerah hingga akhir tahun.

​Dalam nota pengantarnya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota dewan atas kemitraan harmonis yang berhasil menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) pada 7 Agustus 2026 lalu.

​”Penyusunan Rancangan Perubahan APBD ini merupakan langkah konstitusi yang harus kita tempuh guna merespons dinamika pembangunan dan perkembangan kemasyarakatan yang terjadi. Ini adalah momentum penting bagi kita untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah agar senantiasa tertib, akuntabel, dan berdampak langsung kepada masyarakat luas,” ujar Setyo Wahono.

​Menanggapi tantangan ketergantungan fiskal daerah yang masih tinggi terhadap pendapatan transfer pusat, Setyo Wahono memaparkan arah kebijakan pendapatan P-APBD 2026 yang difokuskan pada intensifikasi pemungutan berbasis teknologi informasi untuk mencegah kebocoran, penerapan tarif pajak dan retribusi yang adil, serta optimalisasi kinerja BUMD.

​Selain itu, Pemkab Bojonegoro mengambil langkah strategis jangka panjang dengan mengalokasikan anggaran untuk pembentukan Dana Abadi Daerah pada perubahan anggaran kali ini.

​”Demi masa depan generasi penerus, pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 ini, Kabupaten Bojonegoro mengalokasikan anggaran untuk pembentukan Dana Abadi Daerah,” ungkapnya.

Levih lanjut Bupati menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk menjaga kesinambungan keuangan daerah serta menjamin hak anak cucu kita agar dapat menikmati hasil kemakmuran Bojonegoro di masa mendatang.

​Secara rinci, struktur Rancangan P-APBD Kabupaten Bojonegoro TA 2026 mencatat Pendapatan Daerah sebesar Rp4,389 triliun lebih, atau mengalami penurunan sebesar Rp176,68 miliar (3,87 persen) dibandingkan APBD Murni 2026.

Sementara itu, Belanja Daerah dialokasikan sebesar Rp6,250 triliun lebih, berkurang sebesar Rp249,09 miliar (3,83 persen).

​Dengan selisih antara pendapatan dan belanja tersebut, terjadi defisit anggaran sebesar Rp1,860 triliun lebih yang sepenuhnya ditutup melalui pembiayaan neto.

Adapun Penerimaan Pembiayaan tercatat sebesar Rp2,073 triliun lebih (naik 6,56 persen) dan Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp212,75 miliar lebih (naik Rp200 miliar).

Secara keseluruhan, total APBD Kabupaten Bojonegoro pada P-APBD 2026 mencapai Rp6,463 triliun lebih.

Bupati Setyo Wahono berharap proses pembahasan Raperda P-APBD TA 2026 dapat berjalan konstruktif, transparan, dan akuntabel demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.

Sebelum mengakhiri penyampaian nya Bupati Setyo Wahono memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pimpinan serta anggota DPRD Bojonegoro yang telah mendukung proses penyusunan P-APBD 2026.(sy)

error: Content is protected !!