Peristiwa

Membenarkan Kuasa Hukum Petrus Bala Pattyona, Mantan Gubernur Lukas Enembe Meninggal Dunia

mmcnews00
×

Membenarkan Kuasa Hukum Petrus Bala Pattyona, Mantan Gubernur Lukas Enembe Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Img 20231226 Wa0061

Papua- Transisinews.com. Mantan Gubernur Dan Ketua DPD partai Demokrat Papua, Bapak Lukas Enembe meninggal Dunia pada dini Hari 26 pukul 11. 00 WITA, Desember 2023 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta

Meninggalnya pak Lukas disampaikan Petrus Bala Pattyona, SH, MH kuasa hukum Lukas Enembe yang memakai gaun batik berwarna merah, Benar Pak Lukas Enembe meninggal dunia Selasa (26/12) pukul 11.00 WIB. Saat saya dan tim kuasa hukum sedang berada dirumah duka. Kita doakan semoga almarhum bahagia disurga dan keluarga beroleh penghiburan serta kekuatan,”

 

Menurut Bala Pattyona, sebagai salah satu kuasa hukum yang selalu mengunjungi Almarhum semasa menjalani perawatan medis, Enembe mengaku sangat terhibur dengan hamba Tuhan yang mendoakan kesehatannya terus membaik.

“Sebagai salah seorang tim hukumnya, beliau sudah menggap saya sebagai saudara dan keluarga besar. Setiap kali mengunjungi Pak Lukas, beliau sangat terhibur. Saya juga selalu menyemangati beliau agar setia berdoa dan tetap bersemangat sehingga cepat pulih,” kata Bala Pattyona.

Pada Juli 2023, tim penasehat Enembe melayangkan surat permohonan kepada ke Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta agar kliennya dapat diberikan status tahanan kota.

Surat permohonan pemberian status tahanan kota tersebut dilayangkan mengingat majelis hakim Tipikir Jakarta yang menyidangkan perkara dugaan suap dan gratifikasi terhadap Enembe, tokoh dan kepala suku besar Papua.

Surat ditandatangani tim hukum yang terdiri dari Prof Dr OC Kaligis, Bala Pattyona, Cyprus A Tatali, Dr Purwaning M Yanuar, Cosmas E Refra, Antonius Eko Nugroho, Anny Andriani, dan Fernandes Ratu. Surat tim hukum berisi permohonan agar Enembe dapat diberikan status tahanan kota.

Beberapa waktu sebelumnya, kondisi Enembe, tokoh dan kepala suku besar Papua drop. Enembe yang saat menjabat Gubernur Papua rakyatnya berhasil memenangkan Calon Presiden Nomor Urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dengan perolehan suara 99,66 persen pada Pilpres 2019, juga dikabarkan muntah-muntah, mual, pusing, dan sudah dua hari tidak makan.

Koordinator tim hukum OC Kaligis mengatakan, permohonan pengalihan status Enembe dari tahanan rutan menjadi tahanan kota diajukan mencermati kondisi kesehatan kliennya.

Sejak Enembe ditahan di Rumah Tahana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perkembangan kesehatan makin memburuk atau mengkhawatirkan.

“Terakhir, ketika klien kami dirawat di RSPAD pada 16 Juli 2023, hasil pemeriksaan dokter menemukan fakta bahwa denyut jantung Lukas Enembe melemah,” ujar Kaligis kepada Odiyaiwuu.com di Jakarta, Kamis (20/7).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *