Ads
Pemerintahan

Wujudkan Daerah Inklusif, Bupati Setyo Wahono Lantik Pengurus PPDI Bojonegoro Periode 2026-2031

syailendraachmad51
×

Wujudkan Daerah Inklusif, Bupati Setyo Wahono Lantik Pengurus PPDI Bojonegoro Periode 2026-2031

Sebarkan artikel ini
IMG 20260625 WA0076

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun daerah yang inklusif, berkeadilan, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pelantikan Pengurus Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Kabupaten Bojonegoro periode 2026-2031 yang digelar di Pendopo Malowopati. Rabu (24/06/2026).

​Agenda sakral tersebut dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas, jajaran pengurus organisasi, serta berbagai elemen sektoral yang aktif mendukung pemenuhan hak dan kesetaraan gender maupun sosial di Bojonegoro.

​Pelantikan pengurus baru ini menjadi tonggak sejarah penting untuk memperkuat peran perkumpulan sebagai organisasi induk yang menaungi, memberdayakan, sekaligus memperjuangkan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Mengusung tema besar Menuju Disabilitas Berdaya, Mandiri, dan Sejahtera, jajaran kepengurusan baru ditargetkan mampu melahirkan program kerja yang lebih progresif serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup anggotanya.

​Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang hadir dan memimpin langsung prosesi pelantikan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus perkumpulan yang resmi mengemban amanah baru.

Ia berharap kepengurusan periode lima tahun ke depan dapat membawa organisasi semakin solid dan responsif dalam menjembatani aspirasi di lapangan.

​Setyo Wahono menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab mutlak untuk memastikan seluruh warga negara mendapatkan jaminan kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan, tanpa terkecuali bagi para penyandang disabilitas.

Oleh karena itu, Pemkab Bojonegoro berkomitmen penuh untuk terus hadir memberikan stimulan dukungan serta fasilitas penunjang yang dibutuhkan.

​Bupati menilai selama ini organisasi disabilitas di Bojonegoro telah menunjukkan dedikasi dan daya juang yang luar biasa dalam menyuarakan kesetaraan hak.

Perjuangan kolektif tersebut menurutnya wajib mendapatkan payung dukungan penuh, baik dari jajaran birokrasi pemerintahan maupun seluruh komponen masyarakat luas.

​Lebih jauh, Setyo Wahono menekankan bahwa parameter pembangunan daerah yang berkualitas tidak hanya diukur dari megahnya proyek infrastruktur fisik semata.

Pembangunan yang hakiki harus mampu menciptakan ruang sosial yang setara bagi seluruh warga untuk tumbuh, berkarya, mandiri secara ekonomi, serta berpartisipasi aktif dalam ruang publik.

​Guna mengaselerasi terwujudnya ekosistem inklusif tersebut, diperlukan jalinan sinergi yang kokoh antara otoritas pemerintah, organisasi penyandang disabilitas, sektor dunia usaha swasta, lembaga pendidikan, hingga masyarakat umum.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam meruntuhkan stigma negatif dan menciptakan lingkungan yang berkeadilan.

​Dalam momentum yang sama, Bupati juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang konsisten mengawal isu-isu disabilitas di Kabupaten Bojonegoro.

Ia berharap semangat gotong royong yang telah mengakar kuat ini dapat terus ditingkatkan agar program pemberdayaan, perluasan aksesibilitas fasilitas umum, hingga jaminan perlindungan hukum dapat berjalan lebih optimal di masa mendatang.(red/pim)