Ads
Pemerintahan

Evaluasi Sistem Jatim Tax, Bupati Setyo Wahono Minta Pelayanan Pajak Daerah Dibuat Mudah dan Tidak Membebani

syailendraachmad51
×

Evaluasi Sistem Jatim Tax, Bupati Setyo Wahono Minta Pelayanan Pajak Daerah Dibuat Mudah dan Tidak Membebani

Sebarkan artikel ini
IMG 20260625 WA0082

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan perpajakan daerah melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi digital.

Langkah strategis ini ditempuh dengan menggelar Forum Rembuk Pajak Daerah bertajuk “Evaluasi dan Implementasi Sistem Jatim Tax bagi Pelaku Usaha” yang bertempat di Hall Hotel Griya Dharma Kusuma Bojonegoro. Rabu (24/06/2026).

​Forum yang dikemas dalam bentuk diskusi dua arah tersebut difungsikan sebagai wadah komunikasi interaktif antara otoritas pemerintah daerah, sektor perbankan, penyedia layanan teknologi, hingga para pelaku usaha selaku wajib pajak.

Selain mengevaluasi penerapan sistem Jatim Tax di lapangan, agenda ini juga bertujuan mencari solusi konkret atas berbagai kendala teknis yang dihadapi wajib pajak guna mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah yang transparan serta akuntabel.

​Agenda penting ini dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Kepala Satuan Bank Jatim Bojonegoro, Vice President Divisi Dana dan Jasa Bank Jatim, perwakilan PT Subaga Mitra Solusi selaku vendor perangkat, serta 107 pelaku usaha wajib pajak dari berbagai sektor di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

​Kepala Badan Pendapatan Daerah Bojonegoro, Yusnita Liasari, dalam laporannya menjelaskan bahwa penerapan alat rekam transaksi (tapping box) melalui ekosistem sistem Jatim Tax merupakan bagian dari komitmen penguatan pengawasan pajak berbasis teknologi informasi.

Langkah ini sekaligus menjadi tindak lanjut nyata atas rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia melalui program Monitoring Center for Prevention.

​Kendati demikian, dalam dinamika pelaksanaannya di lapangan, sejumlah asosiasi dan pelaku usaha mengeluhkan berbagai kendala operasional yang masih kerap dijumpai.

Persoalan tersebut mulai dari gangguan jaringan digital yang menghambat kecepatan transaksi harian hingga beban biaya pengadaan perangkat yang dinilai masih cukup tinggi bagi pelaku usaha mikro.

​Merespons berbagai keluhan dan masukan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memberikan perhatian khusus dan menegaskan bahwa jajaran birokrasi harus hadir untuk memberikan karpet merah kemudahan bagi iklim investasi dunia usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *