Bahkan Matra Kesatuan dari keempat pelaku yaitu dari TNI angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. Serta keempatnya merupakan “Intel lapangan” dari Badan Antar Intelijen Strategis (BAIS) sungguh menjadi catatan penting untuk mengungkap siapa “dalang” di balik operasi intelijen sebagai langkah kontra spionase yang terbongkar.
“Sebagai Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari,.Warinussy mengingatkan peristiwa kematian sia-sia dari Pemimpin Papua Theys Hiyo Eluay pada 10/11/2001. Serta peristiwa kematian misterius dan sia-sia kolega Pembela HAM Munir pada tahun 2004 dalam perjalanan pesawat di langit Kerajaan Belanda. Dalam kedua peristiwa ini, diduga kuat rezim yang berkuasa saat itu terlibat.
Bahkan organisasi intelijen diduga kuat terlibat. Oleh sebab itu, diperlukan saat ini adanya keberanian Presiden Prabowo Subianto membentuk sebuah Tim Investigasi yang kuat di luar Puspom TNI semata dan Mabes Polri, untuk menyelidiki aspek relasi kuasa negara dalam mempengaruhi terjadinya serangan terhadap Pembela HAM Andrie Yunus. Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) penting, mendesak dan segera saat ini.”Pungkasnya













