Ads
Peristiwa

Terkait Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, LP3BH Manokwari: Terduga Pelaku 4 Onggota TNI Dari BAIS.

mmcnews00
×

Terkait Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, LP3BH Manokwari: Terduga Pelaku 4 Onggota TNI Dari BAIS.

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260319

Jakarta-Transisinews.com. Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, sebagai Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau Civil Society Organization (CSO) yang berfokus pada upaya penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia dan Tanah Papua.

Sebagai Direktur LP3BH Manokwari Yan Christian Warinussy mengapresiasi langkah progresif Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang telah dengan tegas memerintahkan dilakukannya langkah penegakan hukum dalam kasus penyiraman air keras terhadap kolega Pembela hak asasi manusia, Andrie Yunus (Wakil Koordinator Kontras).

Lanjut Warinussy,” Pengungkapan ditahannya 4 (empat) orang tersangka pelaku lapangan peristiwa penyiraman air keras tersebut adalah suatu awal dari upaya mengungkapkan motif dan faktor yang melatar belakangi peristiwa nahas tersebut.

Langkah Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengumumkan adanya 4 (empat) inisial, masing-masing NPP (Kapten), SL dan BHW (Lettu) dan ES (Serda). ” Kata Warinussy.

Bahkan Matra Kesatuan dari keempat pelaku yaitu dari TNI angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. Serta keempatnya merupakan “Intel lapangan” dari Badan Antar Intelijen Strategis (BAIS) sungguh menjadi catatan penting untuk mengungkap siapa “dalang” di balik operasi intelijen sebagai langkah kontra spionase yang terbongkar.

“Sebagai Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari,.Warinussy mengingatkan peristiwa kematian sia-sia dari Pemimpin Papua Theys Hiyo Eluay pada 10/11/2001. Serta peristiwa kematian misterius dan sia-sia kolega Pembela HAM Munir pada tahun 2004 dalam perjalanan pesawat di langit Kerajaan Belanda. Dalam kedua peristiwa ini, diduga kuat rezim yang berkuasa saat itu terlibat.

Bahkan organisasi intelijen diduga kuat terlibat. Oleh sebab itu, diperlukan saat ini adanya keberanian Presiden Prabowo Subianto membentuk sebuah Tim Investigasi yang kuat di luar Puspom TNI semata dan Mabes Polri, untuk menyelidiki aspek relasi kuasa negara dalam mempengaruhi terjadinya serangan terhadap Pembela HAM Andrie Yunus. Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) penting, mendesak dan segera saat ini.”Pungkasnya