Ads
Investigasi

Sampang Bahaya Besar: Pajak Reklame Jebol, Realisasi dan Penertiban Gagal Total

syailendraachmad51
×

Sampang Bahaya Besar: Pajak Reklame Jebol, Realisasi dan Penertiban Gagal Total

Sebarkan artikel ini
IMG 20260315 WA0171

 

SAMPANG||TRANSISNEWS – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sampang dalam mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) kini tengah disorot.

Di tengah jebloknya realisasi pajak tahun lalu, Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) justru memilih langkah berisiko dengan tetap menaikkan target Pajak Reklame untuk tahun anggaran 2026.

Data menunjukkan sebuah ironi. Pada tahun 2025, BPPKAD gagal total memenuhi target setelah hanya mampu meraup 63,64% atau sekitar Rp995 juta dari pagu Rp1,56 miliar.

Bukannya melakukan evaluasi realistis atas kegagalan tersebut, Pemkab Sampang justru “tancap gas” dengan menaikkan target menjadi Rp1,575 miliar pada tahun 2026.

Kesenjangan antara ambisi dan realita semakin terlihat di awal tahun ini. Hingga pertengahan Maret 2026, realisasi pendapatan baru menyentuh angka Rp122 juta.

Kondisi paling memprihatinkan terjadi pada sektor reklame kain; dari target muluk sebesar Rp410 juta, kas daerah baru menerima setoran sebesar Rp1,7 juta—sebuah angka yang nyaris tidak berarti bagi pembangunan daerah.

Kepala Bidang Pendapatan BPPKAD Sampang, Mohammad Syakban, berdalih bahwa penyesuaian target ini merupakan mandat UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD. Namun, ia tidak menampik adanya kebocoran masif di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *