Kepala BPS Jatim Zulkipli menegaskan, rata-rata persentase jalan kabupaten/kota yang mantap di Jatim 2024 adalah 78,69 persen. “Secara rata-rata, persentase ini menurun 3,86 persen dibanding 2023. Namun Lamongan jauh lebih buruk dari rata-rata Jatim,” ujar Zulkipli, Rabu (2/7/2025).
Secara umum, rata-rata kemantapan jalan kabupaten hanya 76,57 persen, sementara jalan kota 79,59 persen.
Zulkipli menilai panjang jalan kota yang lebih pendek memudahkan pengawasan dan perawatan, sehingga kualitasnya cenderung lebih baik.
Meski secara nasional Presiden RI Prabowo Subianto menekankan efisiensi anggaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan Mohammad Nalikan membantah adanya pemotongan anggaran untuk infrastruktur.
“Anggaran tidak akan berkurang, hanya disesuaikan dengan prioritas kegiatan yang lebih efisien dan berorientasi pada hasil yang konkret,” tegas Nalikan.
Sayangnya, di lapangan, banyak warga mengeluhkan kondisi jalan rusak yang menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mengancam keselamatan pengendara. Mereka menilai program Jamula lebih banyak menghabiskan anggaran ketimbang menampakkan hasil nyata.
Jika Pemkab Lamongan tak segera mengevaluasi efektivitas Jamula, tak menutup kemungkinan predikat “jalan tidak mantap” ini akan terus membayangi, menggerus kepercayaan publik, dan menghambat laju pertumbuhan daerah. (Az)













