”IPNU dan IPPNU Bojonegoro ini adalah bibit unggul bangsa yang wajib dijaga, dirawat, dan dipupuk semaksimal mungkin dengan diisi oleh berbagai komponen serta komposisi kaderisasi yang tepat. Terutama dalam membentengi diri dan organisasi dari dampak negatif arus digitalisasi,” sambung Mas Umar.
Sementara itu, Ketua PC IPNU Bojonegoro, Ahmad Nasirudin, menerangkan bahwa forum legislasi tingkat cabang ini merupakan agenda evaluasi dan proyeksi program kerja tahun kedua.
Mengingat periodisasi kepengurusan cabang dibatasi hanya selama dua tahun, maka Rakercab wajib digelar satu tahun sekali.
Nasirudin memaparkan, draf pembahasan dalam Rakercab II kali ini difokuskan pada perumusan sejumlah program kerja taktis yang menyentuh langsung klaster sekolah dan komunitas kepemudaan.
Target makronya adalah ikut mengintervensi kenaikan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Bojonegoro.
”Ikhtiar kami dalam mendongkrak IPM di Bojonegoro diwujudkan melalui akselerasi program peningkatan kualitas generasi muda. Salah satu langkah konkretnya adalah penguatan gerakan pendirian komisariat baru serta melakukan pendampingan literasi dan ideologi secara berkala kepada para pelajar,” urai Nasirudin.
Hingga pertengahan tahun 2026 ini, PC IPNU Bojonegoro mencatat telah berhasil mengonsolidasikan dan mendirikan sedikitnya 15 Komisariat definitif di lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Bojonegoro.(red)













