Mulai dari percepatan penurunan angka stunting, pencegahan pernikahan anak usia dini, penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), hingga program peningkatan ekonomi keluarga.
Menurutnya, sektor pendidikan dan kesehatan adalah dua instrumen krusial yang harus digarap secara kolaboratif demi menjemput cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
“Pendidikan adalah hulu dari pembangunan peradaban masyarakat. Salah satu kunci utama menuju Indonesia Emas 2045 adalah ketahanan nasional yang diarsiteki lewat jalur pendidikan. Upaya kita memutus mata rantai kemiskinan harus dimulai secara konkret, salah satunya dengan menuntaskan penanganan anak tidak sekolah. Aspek kesehatan dan pendidikan ini harus kita kawal ketat bersama di tengah masyarakat,” tegas Cantika.
Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Desa Sembunglor, Siti Rahayu, memaparkan laporan berbasis kinerja yang telah berjalan di wilayahnya.
Program berkelanjutan tersebut meliputi optimalisasi posyandu, giat senam bugar berkala setiap Minggu pagi, pemberdayaan sektor UMKM, hingga pemanfaatan pekarangan rumah pangan lestari.
“Sektor UMKM di desa kami tumbuh cukup produktif, mulai dari klaster pembuatan kue kering hingga aneka olahan makanan dan minuman. Para ibu di Desa Sembunglor aktif mengiri waktu dengan kegiatan positif, seperti menanam tanaman obat keluarga (TOGA), sayur, buah, hingga budidaya ternak. Terlebih dengan adanya program dari Bapak Bupati, Alhamdulillah ekonomi masyarakat Sembunglor sangat terbantu lewat program Gayatri,” aku Siti Rahayu.
Sebagai pemungkas rangkaian kunjungan kerja, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono didampingi Bendahara TP PKK Emi Edi Sudanto beserta jajaran pengurus melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pendidikan di TK dan SD setempat.
Rombongan juga menyempatkan diri menyambangi lokasi peternak ayam petelur binaan, Leginah, serta melakukan anjangsana ke kediaman Sutinah, seorang lansia miskin yang hidup sebatang kara, guna menyalurkan dukungan moral serta bantuan asistensi sosial. (*/red)













