Sementara itu, Noto, pedagang tahu tek, menyebut usahanya tetap berjalan meskipun dihadapkan pada kenaikan harga bahan baku. Dengan pendapatan kotor sekitar Rp200.000 per hari, ia memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp80.000.
Kegiatan pendampingan ini juga diisi dengan sosialisasi pentingnya sertifikasi halal bagi produk UMKM. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar bagi para pelaku usaha.
Manajer YBM PLN UIP JBTB, Achmad Fatkhurrozi, mengatakan bahwa program pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga melakukan pendampingan agar usaha para mitra dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, YBM PLN UIP JBTB berharap para mitra binaan mampu meningkatkan daya saing usaha serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tengah dinamika kondisi ekonomi. (@dex)













