Lompatan produksi ini sekaligus berhasil mencegah perekonomian Bojonegoro dari bayang-bayang kontraksi seperti yang sempat terjadi pada Triwulan IV-2023 sebesar -3,49 persen dan Triwulan I-2024 sebesar -3,72 persen, di mana kala itu penurunan performa migas belum mampu diimbangi oleh sektor pertanian.
Selain pertanian, denyut perekonomian masyarakat di sektor jasa dan pariwisata juga bergerak positif berkat iklim usaha yang kondusif.
Hal ini tecermin dari sektor akomodasi, makanan, dan minuman yang tumbuh di angka 11,37 persen secara y-on-y, serta sektor jasa lainnya yang melesat hingga 14,77 persen secara y-on-y.
Akselerasi sektor berbasis kemasyarakatan ini membuktikan bahwa program diversifikasi ekonomi daerah berjalan sesuai rencana.
Kondisi makro ekonomi Bojonegoro juga terpantau tetap kokoh di tingkat regional.
Di tingkat Provinsi Jawa Timur, Bojonegoro menempati peringkat ke-9 dalam memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi non-migas se-Jatim, dengan andil sebesar 3,20 persen terhadap PDRB provinsi.
Capaian PDRB pada Triwulan I-2026 ini memberikan optimisme baru bagi arah pembangunan daerah.
Kemampuan Bojonegoro dalam mempertahankan pertumbuhan positif di tengah fluktuasi industri migas menunjukkan bahwa fondasi ekonomi kemasyarakatan di wilayah ini semakin mandiri dan berdaya tahan tinggi.
Ke depan, Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk terus mempercepat hilirisasi produk pertanian, memperkuat ekosistem UMKM, serta mengoptimalkan sektor jasa guna memastikan kesejahteraan masyarakat yang merata.(red)













