Ads
Politik

Komisi A DPRD Bojonegoro Gaungkan Harapan Baru bagi Literasi dan Kearsipan

syailendraachmad51
×

Komisi A DPRD Bojonegoro Gaungkan Harapan Baru bagi Literasi dan Kearsipan

Sebarkan artikel ini
Img 20250915 025533 copy 2244x1249

BOJONEGORO||TRANSISINEWS- Pertemuan intensif antara Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pada Kamis (11/9/2025) memunculkan sejumlah harapan baru bagi peningkatan layanan kearsipan dan literasi di Bojonegoro.

Rapat yang dipimpin Khoirul Anam, Ketua Komisi A, ini dihadiri seluruh anggota komisi dan pejabat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, termasuk Kepala Dinas Erik Firdaus.

Dalam diskusi yang hangat, anggota dewan mengemukakan berbagai masukan kritis. Khoirul Anam menyoroti perlunya dinas tidak hanya fokus pada arsip kabupaten, melainkan juga merambah ke tingkat desa untuk memastikan dokumen vital masyarakat terjaga dengan baik.

“Desa harus menjadi bagian dari perhatian kita dalam urusan penyimpanan arsip. Dokumen seperti pethok C dan D desa harus kita prioritaskan agar tetap lestari,” tegasnya.

Sudiyono, anggota Komisi A, melontarkan kritik konstruktif mengenai kondisi fisik gedung perpustakaan yang menurutnya masih jauh dari ekspektasi. Perbandingan dengan fasilitas serupa di kota lain mengindikasikan masih banyak ruang untuk perbaikan.

“Gedung kita seperti belum berubah banyak. Kita butuh revitalisasi agar bisa benar-benar menggaet anak-anak muda untuk gemar membaca,” ujarnya dengan nada optimis.

Erik Firdaus, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, merespons masukan dengan serius. Ia menjelaskan bahwa dinas telah mengusulkan metode perlindungan khusus untuk dokumen penting desa, seperti penggunaan tisu Jepang untuk mencegah kerusakan tulisan.

“Kami ingin arsip-arsip berharga ini bisa bertahan lama dan tetap bisa dibaca generasi mendatang,” kata Erik.

Rencana pembangunan gedung perpustakaan baru juga menjadi topik hangat. Erik mengungkapkan proposal telah diajukan sejak 2024, namun Pemkab meminta kajian ulang lokasi untuk memastikan strategis dan kenyamanan pengguna.

“Kami ingin anak-anak dan masyarakat bisa menikmati ruang baca yang betul-betul nyaman dan menginspirasi,” imbuhnya.

Ke depan, Erik Firdaus menargetkan dinasnya bisa melayani kebutuhan kearsipan secara lebih holistik, baik di kabupaten maupun desa, sembari terus menggalakkan budaya literasi.

“Mendorong masyarakat, khususnya anak-anak, untuk rajin membaca adalah misi kami,” tuturnya dengan antusias.(sy)