BOJONEGORO||TRANSISINEWS— Universitas Bojonegoro (UNIGORO) terus mengokohkan mutu dan daya saingnya di kancah nasional.
Setelah mencatatkan nama dalam berbagai pemeringkatan global seperti UniRank, EduRank, dan Webometrics, UNIGORO kini memperkuat komitmen keberlanjutan kampus dengan masuk dalam daftar agenda UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026.
UNIGORO resmi menerima undangan untuk menghadiri Pengumuman dan Penganugerahan UI GreenMetric 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Selasa (15/9/2026).
Dalam daftar resmi yang dirilis, UNIGORO berada di urutan ke-92 dari total 219 perguruan tinggi ternama di Indonesia yang diundang, terdiri atas 113 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 106 Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Sejumlah kampus ternama yang turut diundang antara lain UI, UGM, UNAIR, ITS, ITB, BINUS University, Telkom University, hingga Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Sebagai sistem pemeringkatan keberlanjutan global yang diinisiasi sejak 2010, UI GreenMetric 2026 diikuti oleh 1.745 perguruan tinggi dari 105 negara.
Penilaian mencakup tujuh pilar utama: tata ruang dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, pengelolaan air, transportasi, pendidikan dan penelitian, serta tata kelola dan digitalisasi.
Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian civitas akademika UNIGORO yang semakin diperhitungkan di tingkat nasional.
“Masuknya UNIGORO dalam agenda UI GreenMetric menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kampus, baik dalam bidang akademik, tata kelola, lingkungan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. Arief Januwarso.
Ia menegaskan bahwa capaian pemeringkatan ini bukan tujuan akhir, melainkan alat evaluasi untuk membangun UNIGORO sebagai perguruan tinggi yang adaptif, hijau, dan berdaya saing tinggi.
Komitmen lingkungan UNIGORO sendiri telah diwujudkan secara nyata melalui berbagai program strategis, seperti riset biodiversitas, pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, serta keterlibatan aktif dalam pengembangan kawasan Geosite Kedung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras.(red)













